JAKARTA, DISWAY.ID-- Indonesia resmi menandatangani kesepakatan pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Nilai kontrak mencapai sekitar 630 juta dolar AS atau setara Rp10,2 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS).
Kesepakatan ini menjadikan Indonesia negara ketiga di Asia Tenggara yang mengoperasikan BrahMos setelah Filipina dan Vietnam. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dan diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026) lalu.
Kontrak BrahMos ini menjadi bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan kedua negara. Dalam kesempatan yang sama, juga diumumkan kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dengan Republikorp.
BACA JUGA:BRIN Luncurkan Satelit Buatan Indonesia di India pada Awal 2027
Menurut sumber pemerintah India yang dikutip Reuters, nilai keseluruhan kesepakatan ini sekitar 630 juta dolar AS, lebih tinggi dari estimasi awal yang beredar antara 200 hingga 350 juta dolar AS. Kontrak mencakup pengadaan baterai rudal BrahMos, termasuk peluncur, radar, dan rudal. Indonesia disebutkan kemungkinan membeli hingga dua atau tiga baterai.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI terkait penggunaan rudal tersebut.
"Untuk kerja sama dengan Indonesia, ini masih dalam penanganan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/7/2026).
Tunggul belum bisa menjelaskan lebih lanjut rencana TNI AL dalam mengoperasikan rudal yang dinilai cocok untuk pertahanan pantai. Meski demikian, ia menyambut baik kesepakatan ini.
"Dengan adanya kerja sama ini, pertahanan Indonesia akan semakin kuat," ujarnya.
BACA JUGA:Daftar Kerja Sama RI-India yang Disepakati Prabowo dan Modi, Ada Rudal BrahMos hingga Teknologi Antariksa
Spesifikasi Rudal BrahMos Buatan India
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik hasil joint venture India-Rusia. Rudal ini mampu melesat dengan kecepatan Mach 2,8 hingga Mach 3 (sekitar 3.000–3.700 km/jam) dan memiliki jangkauan hingga 290–450 kilometer tergantung variannya.
BrahMos dapat diluncurkan dari darat, laut, maupun udara, serta dirancang untuk menghancurkan target permukaan dan kapal perang.
Pembelian ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alutsista TNI, khususnya untuk memperkuat pertahanan di wilayah laut dan selat strategis Indonesia. Kesepakatan ini juga membuka peluang transfer teknologi dan kerja sama pertahanan yang lebih luas antara kedua negara.
Indonesia telah membidik akuisisi BrahMos sejak beberapa tahun terakhir. Beberapa hari sebelum kunjungan PM Modi, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan pembahasan telah memasuki tahap sangat maju.
- 1
- 2
- »





