JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah melakukan kesiapasiagaan nasional demi keselamatan masyarakat menyusul kembali aktifnya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
"Kesiapsiagaan nasional dalam kebencanaan harus ditingkatkan dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Puan mengatakan, Pemerintah perlu menjadikan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai momentum untuk mengevaluasi kesiapan nasional dalam menghadapi potensi bencana vulkanik.
Khususnya, di kawasan pesisir Selat Sunda yang memiliki sejarah kerawanan tinggi.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Banten Siapkan Golden Time 40 Menit Evakuasi
"Evaluasi tidak hanya mencakup pemantauan aktivitas gunung api, tetapi juga efektivitas sistem peringatan dini, kesiapan jalur evakuasi, koordinasi antarinstansi. kapasitas pemerintah daerah, hingga kesiapan masyarakat dalam merespons informasi kebencanaan," ucapnya.
Selain itu, Pemerintah juga perlu memastikan bahwa informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah tersampaikan secara cepat, konsisten, dan mudah dipahami masyarakat.
"Hal ini agar tidak menimbulkan kepanikan maupun ruang bagi penyebaran informasi yang tidak terverifikasi," ujar Puan.
Puan menambahkan, kecepatan penyampaian informasi menjadi bagian penting dari perlindungan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir maupun pelaku aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Meletus 18 Kali sejak Awal Juli 2026, Status Masih Siaga
"Perlu juga dipetakan bagi masyarakat kelompok rentan, sehingga evakuasi saat bencana terjadi semakin lebih efektif dan tidak memakan waktu," ungkapnya.
Diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan dan kini berada pada Status Level III (Siaga).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sedikitnya 18 kali letusan sejak 2 Juli 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang