Liputan6.com, Jakarta - Hari kedua masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 menjadi momen berbeda bagi SD Negeri Cepokosawit 2, Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Sekolah dasar negeri tersebut hanya menerima satu siswa baru untuk kelas 1.
Pantauan di lokasi, Selasa (14/7/2026), suasana sekolah pun tampak lengang. Satu-satunya siswa baru yang tercatat masuk kelas 1 tahun ini bernama Khanza.
Advertisement
Guru kelas 1 SDN Cepokosawit 2, Andriyani Mudrikah, mengatakan pihak sekolah sudah berupaya maksimal menjaring siswa baru. Sosialisasi dilakukan ke sejumlah TK di sekitar wilayah sekolah hingga mendatangi rumah warga secara langsung.
"Untuk tahun ini kami menerima 1 murid di tahun ajaran 2026/2027. Dikarenakan memang keterbatasan dari daerah ini angka kelahiran memang sedikit. Jadi untuk anak usia masuk kelas 1 itu memang sangat terbatas," ujar Andriyani saat ditemui liputan6.com, Selasa (14/7/2026).
Selain itu, lanjut Andriyani, ada sekolah dasar dari desa lain yang jaraknya cukup dekat dengan SDN Cepokosawit 2. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke TK dan juga door to door ke rumah warga untuk mengajak calon siswa bersekolah SDN Cepokosawit 2. Namun, tahun ini pihaknya hanya mendapatkan satu siswa baru.
Menurut Andriyani, untuk mendapatkan satu siswa baru tersebut, guru bahkan mendatangi rumah calon siswa sebanyak tiga hingga empat kali.
Selain itu, sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak ke sekolah berbasis agama dengan sistem full day. Pilihan tersebut dinilai sebagian keluarga lebih sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak.
Andriyani menambahkan, jumlah keseluruhan siswa SDN Cepokosawit 2 saat ini hanya 25 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Rinciannya, kelas 6 sebanyak 8 siswa, kelas 5 sebanyak 4 siswa, kelas 4 sebanyak 2 siswa, kelas 3 sebanyak 4 siswa, kelas 2 sebanyak 6 siswa, dan kelas 1 hanya 1 siswa.




