JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di tengah masa gencatan senjata. Iran memperluas serangan ke sejumlah target milik Amerika Serikat di kawasan Teluk serta kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM, Prof. Herbertus Jaka Triyana, menilai kesepakatan damai yang sebelumnya dicapai kedua negara dibangun di atas dasar saling ketidakpercayaan sehingga sangat rapuh dan mudah dilanggar.
Menurut Prof. Jaka, eskalasi konflik diperkirakan masih akan terus berlanjut karena masing-masing pihak mengedepankan kepentingan nasional, isu nuklir, dan kalkulasi geopolitik.
Ia juga menekankan pentingnya peran mediator internasional yang tidak hanya memfasilitasi perundingan, tetapi juga memiliki mekanisme untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan agar perdamaian dapat benar-benar terwujud.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Vila
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- AS IRAN
- PERANG AS-IRAN
- GURU BESAR UGM





