HARIAN.FAJAR.CO.ID, KENDARI — DPW Fanbase Moeldoko Indonesia Timur menyatakan komitmennya mengawal proses pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) agar berlangsung secara demokratis, jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengawasi setiap tahapan pemilihan demi menjaga integritas proses.
Ketua DPW Fanbase Moeldoko Indonesia Timur, Sofian, mengatakan proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi harus bebas dari berbagai bentuk intervensi maupun kepentingan tertentu yang berpotensi mencederai independensi dan marwah institusi pendidikan.
“Perguruan tinggi merupakan tempat lahirnya pemimpin masa depan. Karena itu, UHO harus dipimpin oleh figur terbaik yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda Sulawesi Tenggara,” ujar Sofian, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, Universitas Halu Oleo sebagai salah satu perguruan tinggi besar di kawasan timur Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas akademik, rekam jejak yang baik, serta visi kepemimpinan yang mampu membawa kampus semakin maju dan berdaya saing.
DPW Fanbase Moeldoko Indonesia Timur juga mengajak sivitas akademika, alumni, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, insan pers, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mengawal seluruh tahapan pemilihan rektor agar berlangsung profesional dan sesuai prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik.
Selain itu, organisasi tersebut mendorong keterlibatan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia, untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, serta bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan hukum.
“Kami meyakini bahwa proses yang bersih akan melahirkan pemimpin yang bersih. Sebaliknya, proses yang tidak objektif hanya akan berdampak negatif terhadap dunia pendidikan. Karena itu, seluruh tahapan pemilihan harus berjalan secara profesional, transparan, dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku,” tegas Sofian.
Dalam kesempatan itu, DPW Fanbase Moeldoko Indonesia Timur juga berharap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi selaku salah satu pihak yang memiliki hak suara dalam pemilihan rektor menggunakan kewenangannya secara bijaksana dan objektif.
Hak suara tersebut diharapkan diberikan berdasarkan pertimbangan integritas, kompetensi, kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, serta komitmen para calon rektor dalam membawa Universitas Halu Oleo menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Mari bersama mengawal Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo demi terwujudnya pendidikan tinggi yang berintegritas, berkualitas, adil, dan bermartabat,” tutup Sofian. (edo)





