JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga emas dunia kembali tertekan hingga turun di bawah level psikologis US$4.000 per troy ons, sementara harga emas Antam juga terus melemah dari rekor tertingginya pada awal tahun.
Dalam dialog Kompas Bisnis, Market Analyst Top Point Futures, Geraldo Cofit, menjelaskan bahwa pelemahan harga emas dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah, penguatan dolar AS, hingga ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang masih ketat.
Menurut Geraldo, investor sebaiknya tidak terburu-buru melakukan pembelian karena secara teknikal harga emas masih berpotensi turun menuju area support 3.900 hingga 3.885 dolar AS per troy ons.
Ia menyarankan strategi membeli secara bertahap sambil menunggu kepastian data inflasi Amerika Serikat, arah suku bunga The Fed, serta perkembangan kondisi geopolitik yang akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas dalam beberapa bulan ke depan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Vila
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- KOMPAS BISNIS
- HARGA EMAS ANJLOK
- HARGA EMAS





