Dunia Dalam Bahaya Besar, 200 Pakar Sudah Teriak Beri Warning

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Artificial Intelligence (AI). REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran soal AI mulai merambah ke sektor ekonomi. Lebih dari 200 peneliti dan ekonom, termasuk 15 peraih Nobel mendorong pemerintah untuk bertindak pada potensi risiko ekonomi karena AI.

Mereka mengatakan AI mendorong transformasi ekonomi yang lebih besar. Bahkan jika dibandingkan Revolusi Industri, waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat.


"Uap, listrik, dan komputer memberikan waktu puluhan tahun untuk masyarakat bisa beradaptasi. AI mungkin memberikan kita beberapa tahun," kata profesor dari Universitas Virginia, Anton Korinek, dikutip dari Reuters, Selasa (14/6/2026).

Pernyataan itu meminta adanya penelitian yang lebih mendalam pada dampak ekonomi karena keberadaan AI.

Pilihan Redaksi
  • Raffi Ahmad Cs Terancam Miskin, Tanda Baru Muncul dari Jepang
  • Jualan HP Hancur-hancuran di 2026, Cuma Merek Ini yang Masih Laku

Selain itu juga pemerintah didorong bisa mulai membangun kebijakan dan institusi yang diperlukan. Termasuk memastikan manfaatnya pada masyarakat dan dapat mengatasi risiko kehilangan pekerjaan dalam skala besar.

"Kita tidak bisa mengimprovisasi strategi dan institusi di tengah transformasi, menunggu kepastian artinya kita terlalu terlambat," imbuh Korinek.

Inisiatif ini dilakukan Korinek bersama dengan tim riset ekonomi Anthropic. Selain itu juga ada ekonom Erik Brynjolfsson, Ajay Agrawal, dan Tom Cunningham.

Beberapa nama lain yang ikut menandatangani inisiatif seperti kepala keuangan OpenAI Sarah Friar, Kepala Ilmuwan Google DeepMind Jeff Dean, salah satu pendiri Anthropic Jack Clark, dan tim riset ekonomi pembuat chatbot Claude.

Peraih Nobel yakni Michael Spence, Daron Acemoglu, dan Simon Johnson juga ikut serta dalam gagasan ini.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Konektivitas, Komdigi Bangun Jaringan-Lelang Frekuensi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran Maut di Bangkok yang Tewaskan 27 Orang
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Tak Periksa Febrie Adriansyah, Kejagung: Kita Belum Terima Sepenuhnya Barang Bukti
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Megawati Terima Dubes Korea Selatan dan UEA, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea hingga Kerja Sama Strategis
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Buka pip.kemdikdasmen.go.id Cek Penerima PIP 2026, Begini Cara Mengetahui Status Siswa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Febrie Adriansyah Segera Ditahan? Mahfud Pertanyakan Kehadiran Tersangka ke Publik
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.