EtIndonesia.com Topan Bavi, yang disebut sebagai topan terkuat yang melanda Tiongkok tahun ini, mendarat di pesisir Provinsi Zhejiang pada akhir pekan. Topan tersebut membawa angin kencang dan hujan lebat yang menyebabkan bencana di wilayah yang luas. Lebih dari 2,4 juta orang dievakuasi dari daerah yang dilalui topan, sementara ribuan penerbangan dan perjalanan kereta api dibatalkan.
Topan Bavi mendarat berturut-turut di Taizhou dan Yueqing (Wenzhou) pada Sabtu larut malam (11 Juli). Kecepatan angin berkelanjutan maksimum mencapai 140 kilometer per jam, setara dengan badai Kategori 1 menurut skala badai Atlantik.
Sistem badai tersebut memiliki lebar sekitar 1.000 kilometer, dengan cakupan wilayah yang disebut hampir seluas Prancis.
Di Kota Yueqing, lebih dari 1.300 pohon tumbang, termasuk lebih dari 700 pohon yang tercabut hingga ke akarnya. Di beberapa daerah, genangan air mencapai sekitar setengah tinggi ban mobil.
Di kawasan pegunungan juga terjadi tanah longsor, dengan batu-batu besar menggelinding ke jalan raya, sementara air sungai meluap dan membanjiri daerah di sepanjang bantaran sungai.
Topan ini juga mengganggu transportasi secara besar-besaran.
- Dua bandara utama di Shanghai membatalkan sekitar 650 penerbangan.
- Stasiun Kereta Hangzhou menghentikan seluruh layanan kereta.
- Secara nasional, lebih dari 2.800 penerbangan dibatalkan.
Otoritas meteorologi memperingatkan bahwa meskipun Topan Bavi telah melemah menjadi badai tropis, sirkulasi badai yang sangat luas masih berpotensi membawa hujan deras dalam beberapa hari ke depan.
Wilayah seperti Anhui, Zhejiang, Jiangxi, dan Fujian diperkirakan menghadapi risiko banjir dan tanah longsor.
Selain itu, dengan kemungkinan munculnya fenomena iklim El Niño, Tiongkok diperkirakan dapat menghadapi lebih banyak cuaca ekstrem sepanjang tahun ini, terutama di wilayah pesisir.
Berdasarkan laporan NTD Television oleh Xu Zhe dan Chi Xiao





