HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – UPT SPF SD Negeri Maccini 2 menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, serta pembiasaan pola hidup sehat. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti 56 siswa baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar.
Kepala UPT SPF SD Negeri Maccini 2, Ati Rahmah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang agar berlangsung aman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Sejak hari pertama, pihak sekolah telah menegaskan kepada orang tua bahwa seluruh rangkaian kegiatan bebas dari praktik perundungan maupun perpeloncoan.
Menurutnya, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman menjadi langkah awal agar siswa baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah.
“Dari awal MPLS kami sudah menjelaskan kepada orang tua bahwa sekolah kami bebas dari perpeloncoan dan perundungan. Yang paling penting, anak-anak merasa senang dan nyaman berada di sekolah,” ujarnya.
Ketua Panitia MPLS yang juga guru olahraga, Ahmad Faisal Tahir, S.Or.Gr., menjelaskan seluruh persiapan kegiatan telah dilakukan jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga pelaksanaan MPLS dapat berjalan sesuai jadwal.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diperkenalkan dengan berbagai materi yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan sekolah, tetapi juga pembiasaan perilaku positif. Pada hari kedua, misalnya, peserta didik mengikuti materi mengenai kebiasaan baik serta praktik mencuci tangan sebagai bagian dari penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Ahmad Faisal menegaskan, tujuan utama MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi membangun karakter peserta didik sejak dini.
“Menurut saya, yang paling penting bukan hanya kepintaran anak, tetapi karakternya. Biar bagaimana pun pintarnya seorang anak, kalau karakternya kurang baik, itu menjadi hal yang perlu diperbaiki,” katanya.
Ia menilai pembentukan karakter tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua agar nilai-nilai positif yang ditanamkan di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
“Harapannya, apa yang diajarkan di sekolah juga dilanjutkan oleh orang tua di rumah sehingga pendidikan karakter bisa berjalan secara berkesinambungan,” tambahnya.
Sementara itu, Ati Rahmah berharap MPLS menjadi fondasi awal bagi peserta didik baru untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus memiliki akhlak yang baik.
Ia menginginkan seluruh siswa mampu membangun sikap saling menghargai, menghormati guru, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan teman-temannya selama menempuh pendidikan di SD Negeri Maccini 2.
“Harapan kami setelah mengikuti MPLS adalah lahir siswa-siswa yang berprestasi, lebih sopan, lebih menghargai teman, guru, dan orang-orang di sekitarnya,” tutupnya. (rin)





