Teheran: Sedikitnya empat orang mengalami luka-luka setelah proyektil yang ditembakkan pasukan Amerika Serikat menghantam kota Omidiyeh di wilayah barat daya Iran pada Selasa dini hari, 14 Juli 2026.
Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan, Valiollah Hayati, mengatakan sebagian wilayah Omidiyeh diserang sekitar pukul 02.10 waktu setempat. Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, serangan tersebut menyebabkan sejumlah korban luka.
"Berdasarkan laporan dan penilaian awal, empat orang mengalami luka-luka dalam serangan ini," kata Hayati, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai identitas korban maupun tingkat keparahan luka yang mereka alami.
Sebelumnya, Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan terhadap Iran pada Senin malam.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut menargetkan fasilitas-fasilitas militer di sepanjang pesisir selatan Iran dengan tujuan untuk "semakin melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelayaran komersial."
Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan di kawasan Selat Hormuz setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 28 Februari 2026.
Washington dan Teheran sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 yang mencakup kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan sebagai langkah menuju penyelesaian konflik secara permanen.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli lalu menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut telah berakhir menyusul kembali pecahnya aksi saling serang antara kedua pihak.
Sejak itu, situasi keamanan di kawasan Teluk kembali memburuk dengan meningkatnya aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Baca juga: Militer AS Luncurkan Gelombang Serangan Malam Ketiga ke Wilayah Iran




