Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Capai USD1,61 Miliar, Mendag Sebut Efek Kenaikan Harga Minyak

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Mendag Budi Santoso menilai defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026 merupakan kondisi yang bersifat sementara.

Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Capai USD1,61 Miliar, Mendag Sebut Efek Kenaikan Harga Minyak (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026 merupakan kondisi yang bersifat sementara. Menurutnya, pelemahan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan nilai impor minyak dan gas bumi (migas) akibat kenaikan harga minyak dunia.

Budi mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena secara kumulatif kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 masih mencatatkan surplus.

Baca Juga:
Neraca Dagang RI Defisit di Mei 2026, Purbaya Ungkap Penyebabnya

"Secara kumulatif Januari-Mei 2026 kita surplus USD4,03 miliar. Kemudian ekspornya juga naik 3,02persen, atau periode Januari–Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Budi, defisit pada Mei terutama disebabkan oleh tingginya nilai impor migas yang mencapai USD3,76 miliar. Sementara itu, sektor nonmigas masih menunjukkan kinerja yang relatif positif.

Baca Juga:
Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit, BI Sebut Nonmigas Masih Surplus

Dia menjelaskan, kenaikan nilai impor lebih dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus USD100 per barel pada April 2026. Kondisi tersebut menyebabkan nilai impor meningkat meski volume impor justru mengalami penurunan.

"Kenapa bisa defisit? Karena bulan April itu lagi tinggi-tingginya harganya. Padahal volume impornya sebenarnya turun. Volume impor migas dan nonmigas itu lagi turun, tapi nilainya naik karena harga minyaknya lagi pas tinggi, di atas USD100 per barel. Mudah-mudahan Juli bisa membaik lagi karena kalau saya lihat grafiknya sudah mulai turun," kata Budi.

Ia menambahkan, pemerintah optimistis tekanan terhadap neraca perdagangan akan berangsur mereda seiring penurunan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir. Dengan demikian, kinerja perdagangan Indonesia diharapkan kembali membaik pada bulan-bulan berikutnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Kemenag Cegah Penyebaran Budaya LGBTQ di Sekolah
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Kemarin, PTSD pascamelahirkan pada otak ibu hingga penerapan BBM B50
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
AS Blokade Pelabuhan Iran, Trump Pasang Tarif Kargo 20% di Selat Hormuz
• 12 jam laludetik.com
thumb
S&P Pertahankan Rating Kredit Indonesia, IHSG Diprediksi Bergerak Menguat
• 8 jam laludisway.id
thumb
GP Al Washliyah Tegaskan Komitmen Dukung Program Presiden Prabowo dan Siap Bersinergi dengan Polri
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.