KOMPAS.TV - Salah seorang warga, Syaiful Bahri, menuturkan sebanyak 232 warga sempat diungsikan akibat kebakaran TPA Jatiwaringin.
Syaiful mengatakan seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Syaiful yang juga menjadi koordinator lapangan saat proses evakuasi mengatakan penanganan dilakukan secara cepat sehingga warga yang mengalami gangguan kesehatan segera mendapat bantuan.
Menurutnya, titik pertama yang terlihat hanyalah kepulan asap kecil sebelum api membesar di bagian lain TPA.
Ia menduga asap tersebut berkaitan dengan gas metana yang berada di dalam timbunan sampah.
Saat api membesar, kepulan asap langsung memasuki permukiman warga hingga memicu kepanikan.
Syaiful mengatakan gunungan sampah di TPA Jatiwaringin telah menjulang tinggi selama hampir dua dekade.
Ia berharap pemerintah melakukan pnataan TPA secara menyeluruh agar tidak lagi membahayakan warga.
Menurutnya, metode penutupan sampah dengan tanah dan penghijauan perlu diterapkan.
Kesaksian serupa disampaikan Timan, warga yang rumahnya berada paling dekat dengan TPA Jatiwaringin. Ia mengaku sudah tinggal di lokasi tersebut sejak sebelum TPA dibangun.
Saat kebakaran terjadi, asap masuk hingga ke dalam rumah. Ia mengaku mengalami iritasi mata dan gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Bahkan menurutnya, kepulan asap membuat lingkungan sekitar gelap dan rumah-rumah tidak lagi terlihat.
Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Bd7b78g14tw
#tpajatiwaringin #sampah #kebakaran
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- DIPO
- TPA JATIWARINGIN
- KEBAKARAN
- TANGERANG




