Grid.ID - Kronologi terbongkarnya kasus pelecehan mahasiswi di Universitas Sumatera Utara (USU) gegerkan publik. Pasalnya, korban disebut tembus hingga 66 orang.
Peristiwa kronologi terbongkarnya kasus pelecehan mahasiswi di USU itu pun awalnya diungkap oleh mahasiswi berinisial H. Dan pelaku diketahui berinisial CHS.
Mulanya, H mengungkapkan ke temannya yang berinisial RI soal dirinya yang risih sering dikirimi pesan-pesan mesum oleh CHS. Dan setelah diselidi lebih dalam, ternyata korban CHS bukan hanya H.
Hingga singkat cerita, korban-korban dari CHS ternyata sampai puluhan, dan RI mencoba untuk menyebarluaskan kasus ini di media sosial. Tak berhenti sampai di situ, para korban juga memiliki dan mengirimkan bukti dugaan pelecehan yang meraka alami.
Sampai saat ini korban diketahui berjumlah 66 orang. Yang terdiri dari 60 perempuan dan 6 orang laki-laki.
"Terkumpul sampai sekarang korban sekitar 60 perempuan dan 6 laki-laki. 60 perempuan ini mengirimkan buktinya, ya," ucap RI dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Mengejutkannya lagi, korban-korban dari CHS ternyata tak cuma lintas fakultas atau lintas kampus, bahkan anak SMA yang sudah berumur.
"Korbannya lintas fakultas, lintas kampus, bahkan ada anak SMA dan yang sudah berumur," imbuh RI.
Gegara hal tersebut, para korban akhirnya membuat grup. Dan di sana lah mereka saling mengirim berbagai bukti kelakuan mahasiswa FEB USU itu.
Hingga hari ini, bukti-bukti dugaan pelecehan seksual masih rutin diunggah oleh akun Instagram RI @chardtogi_ dan @manusiagoblokusu.
"Rata-rata yang ngasih tahu ke saya itu memang dapat pelecehan verbal. Tapi ada beberapa yang sampai diikuti ke kosnya," ujar RI.
R mengatakan, seluruh korban kemudian dihimpun ke dalam sebuah grup WhatsApp untuk memudahkan koordinasi dalam mengupayakan penyelesaian kasus tersebut.
Menurutnya, laporan para korban telah diteruskan kepada Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USU, Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM USU, serta Himpunan Mahasiswa Akuntansi USU.
R juga menyebut informasi yang diunggah di akun media sosialnya berasal dari laporan para korban yang disertai bukti. Dari berbagai laporan yang diterimanya, R mengungkapkan modus yang diduga dilakukan terlapor hampir seragam.
Mulai dari mengajak korban melakukan check-in, meminta melakukan video call sex (VCS), meminta foto alat kelamin secara paksa, hingga bentuk dugaan kekerasan seksual lainnya.
“Dari laporan yang masuk, korban bukan hanya berasal dari mahasiswa USU, tetapi juga mahasiswa di luar USU. Korban yang melapor juga tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki,” beber RI.
Sementara itu, usai kasus kronologi terbongkarnya kasus pelecehan mahasiswi di USU itu viral di media sosial, Universitas Sumatera Utara melalui Manager Humas dan Promosi, Dr. Irsan Mulyadi, angkat bicara mengenai kabar viral itu. Ia mengatakan, pihaknya serius menangani masalah ini.
Pihak kampus juga mendatangi sejumlah mahasiswi yang mengaku korban pelecehan.
"Bagi pihak yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait, kami mengimbau agar segera melapor kepada Satgas PPKS USU atau melalui pihak Fakultas. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius, profesional, serta tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor," kata Irsan.
"Kami mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan memberikan kepercayaan kepada proses penanganan resmi yang sedang berjalan," imbuhnya. (*)
Artikel Asli




