Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, ADRO & BRMS Cs Tetap Cuan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah dalam perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026). Walau begitu, mayoritas saham konstituen ditutup menguat, di antaranya ADRO, BRMS, dan BUMI.

Melansir IDX Mobile, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia ini melemah 0,15% atau 0,61 poin ke 415,07. Pelemahan ini disebabkan oleh pelemahan saham-saham konstituen dengan bobot terbesar. Perinciannya, sebanyak 17 saham konstituen ditutup menguat, 8 saham melemah, dan 2 saham stagnan. 

Saham konstituen yang tetap menguat tersebut di antaranya adalah saham ADRO yang ditutup naik 1,22% ke Rp2.480, AKRA naik 1,13% ke Rp1.340, ASII menguat 0,62% ke Rp4.880, BRMS menguat 8,49% ke Rp575, saham BUMI naik 1,36% ke Rp149, hingga ICBP yang ditutup naik 0,38% ke Rp6.650.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat Tipis 0,03% ke 6.039, Saham WIFI, UNTR, dan MEDC Melaju

Di sisi lain, saham konstituen indeks yang melemah adalah BBCA yang turun 1,61% ke Rp6.125, BBNI melemah 1,70% ke Rp3.470, BBRI melemah 2,44% ke Rp2.800, BMRI turun 2,12% ke Rp4.160, CPIN turun 0,64% ke Rp3.100, JPFA turun 1,46% ke Rp2.020, MIKA melemah 0,59% ke Rp1.675, dan PGAS yang ditutup turun 2,61% ke Rp1.490.

Adapun, saat indeks Bisnis-27 ditutup melemah, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat tipis sebesar 0,03% atau 1,68 poin ke level 6.039,52. Sebanyak 439 saham ditutup menguat, 217 saham melemah dan 309 saham stagnan.

Penguatan indeks komposit melambat dibandingkan dengan penguatan Senin (13/7), saat IHSG ditutup naik 1,92% ke level 6.037. Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa indeks komposit yang kembali menembus level psikologis 6.000 didorong oleh respons positif terhadap keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB/A-2 dengan outlook Stable. 

"Sentimen ini meredakan kekhawatiran downgrade dan mendorong penguatan saham perbankan serta komoditas, meski rupiah masih melemah ke Rp18.109 per dolar AS," tulis analis, Selasa (14/7/2026).

Dalam penguatan hari ini, analis menilai bahwa hal tersebut merupakan bentuk reaksi pasar yang mencermati rilis inflasi Amerika Serikat periode bulan Juni 2026, dengan inflasi utama yang diperkirakan melandai ke 3,9% YoY dari 4,2%. Sementara data Core CPI diproyeksikan tetap di level 2,9% YoY. 

"Data di atas ekspektasi berpotensi memperkuat narasi higher for longer dan menekan rupiah, sementara inflasi yang lebih rendah dapat mendukung sentimen risk-on," ujar analis.

Secara teknikal, analis menilai bahwa keberhasilan IHSG menembus 6.000 memperkuat momentum rebound dengan peluang menguji resistance 6.080–6.120. Selama bertahan di atas support 5.920, tren penguatan jangka pendek dinilai masih terjaga.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Brasil Kritik Tarif 20% Trump di Hormuz: Pembajakan!
• 7 jam laludetik.com
thumb
Warga Pertanyakan Legalitas Kandang Ayam di Ciputat Tangsel yang Berlokasi Dekat Permukiman
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Tiga Pemimpin Dunia Kunjungi RI Dalam Sepekan, Qodari: Bukti Indonesia Makin Dipercaya Dunia
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Siapa Sosok Yuenchi Arwindi? Dituding Terlibat Penyimpanan Aset Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 9 jam laludisway.id
thumb
Semifinal Piala Dunia 2026: Pelatih Prancis Puji Kekuatan Spanyol, Prediksi Duel Sengit
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.