Semifinal Piala Dunia 2026 mempertemukan empat unggulan utama turnamen, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.
Dari keempat tim tersebut, duel Spanyol kontra Prancis menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena mempertemukan dua gaya bermain yang bertolak belakang, tetapi sama-sama efektif.
Duel antara Spanyol dengan Prancis akan berlangsung pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Sejak fase grup hingga perempat final, Prancis tampil konsisten sebagai salah satu tim paling produktif di turnamen. Sebaliknya, Spanyol lebih mengandalkan penguasaan bola dan pertahanan solid untuk mengamankan kemenangan.
Prancis Bangun Ancaman Lewat Serangan Balik
Prancis menjadi tim dengan serangan balik paling mematikan di Piala Dunia 2026. Dari seluruh gol yang dicetak, tiga di antaranya lahir melalui skema counter attack yang cepat dan langsung mengarah ke gawang lawan.
Kecepatan Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Bradley Barcola, hingga Desire Doue menjadi senjata utama Les Bleus dalam memanfaatkan ruang kosong ketika lawan kehilangan bola.
Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak Prancis dengan delapan gol, disusul Dembele yang telah mengoleksi lima gol. Sementara Michael Olise menjadi kreator utama serangan dengan lima assist sepanjang turnamen.
Pola permainan Prancis sangat bergantung pada transisi cepat. Setelah merebut bola melalui duel atau intersep, mereka segera mengalirkannya secara vertikal kepada para pemain depan.
Meski demikian, Prancis tidak selalu mencetak gol dengan cepat. Saat menghadapi Senegal, Paraguay, dan Maroko, pasukan Didier Deschamps baru mampu memecah kebuntuan setelah pertandingan berjalan lebih dari satu jam.
Namun begitu gol pertama tercipta, produktivitas mereka langsung meningkat. Prancis beberapa kali mampu mencetak dua hingga tiga gol hanya dalam rentang waktu kurang dari 30 menit.
Spanyol Andalkan Penguasaan Bola
Berbeda dengan Prancis, Spanyol lebih mengutamakan dominasi penguasaan bola untuk mengendalikan tempo pertandingan.
La Roja baru mencetak delapan gol dalam enam pertandingan, jumlah paling sedikit dibanding tiga semifinalis lainnya. Namun, mereka juga hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen sehingga menjadi tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini.
Strategi tersebut membuat pertandingan Spanyol sering berlangsung ketat. Mereka baru memastikan kemenangan atas Portugal pada menit ke-91, sedangkan gol penentu kemenangan atas Belgia lahir pada menit ke-88.
Luis de la Fuente selaku pelatih mengandalkan organisasi permainan yang rapi agar lawan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Meski baru mencetak satu gol tanpa assist di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal tetap menjadi figur paling berpengaruh dalam permainan Spanyol.
Pemain berusia 18 tahun itu memimpin tim dalam jumlah tembakan tepat sasaran, duel satu lawan satu, duel darat yang dimenangkan, umpan silang sukses, hingga pelanggaran yang diperoleh di area berbahaya.
Namun, lawan-lawan Spanyol sejauh ini berhasil mengisolasi Yamal di sisi sayap sehingga kontribusinya terhadap terciptanya gol belum sebesar saat Euro 2024.
Menghadapi Prancis, peran Yamal diperkirakan kembali menjadi sorotan. Bek-bek Prancis seperti Dayot Upamecano, William Saliba, Jules Kounde, dan Lucas Digne tampil dominan dalam duel individu sepanjang turnamen. (saf/ipg)




