HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Bajaj mulai menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan praktis dengan biaya terjangkau.
Bagi sebagian pengguna, moda transportasi ini melengkapi perjalanan harian, baik untuk keperluan bekerja, kuliah, maupun berobat.
Pengalaman para penumpang menunjukkan alasan memilih Bajaj beragam.
Ada yang memanfaatkannya karena mampu menjangkau rute tertentu dengan lebih cepat, sementara lainnya menggunakannya sebagai penghubung dari transportasi umum menuju lokasi tujuan.
Fatimah (57), warga Kabupaten Gowa, mengaku rutin menggunakan Bajaj setiap kali harus menjalani kontrol kesehatan di rumah sakit di Kota Makassar. Menurutnya, kehadiran layanan tersebut mempermudah mobilitasnya tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar.
“Setiap dua minggu saya kontrol ke rumah sakit. Kalau naik Bajaj lebih membantu karena bisa menjangkau perjalanan dari Gowa ke Makassar dengan biaya yang lebih hemat. Perjalanannya juga terasa cepat dan saya merasa aman,” ujar Fatimah.
Ia mengatakan kemudahan mendapatkan kendaraan menjadi salah satu alasan tetap memilih Bajaj. Terlebih, usianya yang tidak lagi muda membuatnya lebih memilih moda transportasi yang praktis dibanding harus berganti kendaraan berkali-kali.
Pengalaman serupa disampaikan Rahma, mahasiswa Universitas Fajar. Dalam aktivitas kuliahnya, ia memadukan penggunaan transportasi umum dengan Bajaj agar perjalanan menuju kampus menjadi lebih efisien.
Rahma biasanya menaiki bus dari dekat rumahnya hingga tiba di kawasan Mal Panakkukang. Dari titik tersebut, ia melanjutkan perjalanan menggunakan Bajaj menuju kampusnya di Jalan Racing Center.
Menurutnya, kombinasi dua moda transportasi itu membuat biaya perjalanan tetap terjangkau. Selain itu, ia tidak perlu berjalan kaki cukup jauh di bawah terik matahari.
“Kalau dari Mal Panakkukang ke kampus saya pilih naik Bajaj. Ongkosnya lebih murah dan saya juga tidak kepanasan karena tidak perlu jalan kaki,” katanya.
Bagi Rahma, waktu tempuh yang relatif singkat juga menjadi nilai tambah. Ia mengaku dapat menyesuaikan jadwal kuliah tanpa khawatir terlambat akibat harus menunggu angkutan lain yang lebih lama.
Pengalaman Fatimah dan Rahma menunjukkan setiap pengguna memiliki kebutuhan yang berbeda dalam memilih transportasi.
Namun, keduanya sama-sama menilai Bajaj menjadi salah satu alternatif yang membantu mobilitas sehari-hari, baik untuk keperluan kesehatan maupun pendidikan.
Cerita para penumpang tersebut menggambarkan bahwa pilihan moda transportasi sering kali ditentukan oleh faktor kedekatan rute, efisiensi waktu, kenyamanan, dan kemampuan menekan biaya perjalanan.
Bagi mereka, Bajaj menjadi salah satu opsi yang melengkapi kebutuhan mobilitas di kawasan Makassar dan sekitarnya. (wis)





