Inovasi AI dalam Dunia Kesehatan: Dokter Hadirkan Alat Pengecekan Paru-paru pada Pasien Gagal Jantung

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat. Seperti AI atau Artificial Intelligence yang membantu kehidupan manusia, kini diadaptasikan dalam dunia kesehatan.  

Kelebeihan AI secara umum diketahui publik. Menyadarkan bahwa teknologi bisa membantu manusia dari berbagai aspek kehidupan, seperti dalam perawatan pasien gagal jantung. 

Kemajuan teknologi pun diserap baik dr. Rony M. Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Primaya Hospital yang berinovasi. Dengan menyatukan teknologi AI dengan kesehatan.

dr. Rony M. Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Primaya Hospital
Sumber :
  • dok.tvonenews.com/Kevi Laras Wana

Dokter Rony berinovasi untuk menghadirkan sebuah alat yang bisa membantu pasien gagal jantung, guna mencegah perawata ulang dan pemeriksaan bolak-balik ke Rumah Sakit.

dr. Rony M. Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Primaya Hospital
Sumber :
  • dok.tvonenews.com/Kevi Laras Wana

Kehadiran alat kesehatan AI karya dokter ini, diharapkan mampu menggantikan pemeriksaan dengan alat stetoskop dan USG Paru-paru. 

"Alat ini bisa digunakan untuk menggantikan peran dari stetoskop atau usg paru-paru atau ultrasonografi paru. Untuk alatnya apakah ada di rumah sakit? ada, namun jarang sekali untuk diberikan pemeriksaan ini," kata dr. Rony di Gedung IMERI FKUI, Rabu (14/7).

Alat kesehatan inovasi AI ini, ditujukan untuk orang-orang yang sudah terdiagnosis memiliki sakit gagal jantung. 

Sehingga bukan untuk orang sehat atau normal. Ini.ditujukan bagi pasien gagal jantung, mencegah rawat ulang dan pemeriksaan bolak-balik ke Rumah Sakit. 

"Mengembangkan NAVI-HF sebuah alat berbasis kecerdasan artifisial yang mengandung, bisa menganalisis dari rongga, alat ini dirancang untuk membantu dokter," katanya lagi.

Dengan mendeteksi tanda-tanda kongesti atau penumpukan cairan di paru-paru pada pasien gagal jantung secara lebih mudah dan objektif

"Ini masih dalam uji coba dan perkembangan, akan dilanjut tetapi dalam tahap awal dengan pasien-pasien yang kondisi gagal jantung," jelas dr. Rony Marethianto Santoso.

Contoh ilustrasi alat pengecekan paru pada pasien gagal jantung
Sumber :
  • dok.tvonenews.com/Kevi Laras Wana

"Jadi ini untuk pasien yang sudah terdiagnosa bukan pada orang normal. Jadi pada pasien-pasien yang sudah didiagnosa dengan penyakit gagal jantung," sambungnya. 

Dalam kesempatan itu juga, dokter Rony mengatakan inovasi AI yang tengah ia uji ini memiliki tingkat akurasi sebesar 86%, dan sensitivitas 91% dan spesifisitas 82%. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi: Banyak Petani hingga Ibu Rumah Tangga Jadi Penampung Judol
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Segmen Layanan Digital Sepanjang 2025, Jalin Tumbuh 38 Persen
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Subianto Yakin Pengkhianat Bangsa Akan Kena Karma
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Beasiswa Puncak Cerdas Berlanjut, DPRK Puncak Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkot Surabaya Revitalisasi 16 Pasar Tradisional, Anggaran Rp20 Miliar
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.