Komdigi: Banyak Petani hingga Ibu Rumah Tangga Jadi Penampung Judol

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyebut tidak sedikit petani dan ibu rumah tangga (IRT) dijadikan sebagai pemilik rekening penampung judi online (judol).

"Banyak yang petani, banyak yang ibu rumah tangga, dibayar Rp 100.000 sampai Rp 500.000 untuk membuat rekening-rekening penampungan,” kata Meutya dalam OJK Banking Forum di Kantor Bank Indonesia (BI), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Temuan itu Meutya terima dari berbagai laporan, termasuk hasil Anugerah Jurnalistik Indonesia bertema judol yang digelar Komdigi pada 2025.

Baca juga: OJK Akui Pertukaran Data Antar-Lembaga Belum Real Time, Jadi Celah Pelaku Judol Pindahkan Dana

Politikus Golkar itu mengatakan, praktik tersebut seharusnya bisa dicegah sejak awal melalui penguatan proses know your customer (KYC) di seluruh kantor cabang dan gerai layanan perbankan di berbagai daerah.

"Kalau KYC Bapak Ibu dikuatkan hingga ke daerah atau gerai-gerai perbankan, ini bisa dideteksi lebih awal," kata dia.

Meutya mengatakan, perbankan memiliki peran penting dalam memutus aliran dana judi online karena rekening penampung menjadi salah satu komponen utama dalam ekosistem kejahatan tersebut.

Baca juga: OJK Ungkap 51.200 Nasabah Ditutup Rekeningnya karena Terindkasi Judol

Perlu deteksi dini ternak rekening penampung judol

Karena itu, Kementerian Komdigi ingin pemberantasan judi online tidak hanya berfokus pada penutupan situs, tetapi juga mencegah munculnya rekening-rekening penampung baru.

"Kalau dari awal memang ternak rekeningnya bisa dihindari, bisa dikecilkan oleh tim Bapak Ibu di seluruh penjuru Indonesia. Jadi, ini yang memang sangat juga krusial dalam penanganan ini," tutur Meutya.

Menurut dia, penguatan deteksi dini akan lebih efektif dibandingkan hanya memblokir rekening setelah ada laporan.

Pasalnya, rekening yang dibuka dengan memanfaatkan identitas masyarakat rentan disalahgunakan untuk transaksi judi online maupun kejahatan digital lainnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi, ini yang ingin kami sampaikan, bahwa kita meyakini kalau nanti pemutusan akses ini didukung juga dengan pemutusan terhadap rekening-rekening yang memang bermasalah, syukur-syukur lebih deteksi dininya," ucap dia.

"Jadi, tidak usah ada banyak pelaporan rekening bermasalah kalau dari awal memang ternak rekeningnya bisa dihindari, bisa dikecilkan oleh tim Bapak Ibu di seluruh penjuru Indonesia," pungkas Meutya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Mahasiswi USU, Korban Tembus 66 Orang yang Ngaku Diajak VCS
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Makanan yang Tidak Boleh Disimpan di dalam Wadah Plastik
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Komunitas Akar Rumput Didorong Jadi Garda Terdepan Perawat Perdamaian
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korupsi Bupati Sukoharjo, Peras Bawahan Modus Copy Paste Tradisi Suami
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Emas Dunia Bangkit Usai Anjlok, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Sinyal The Fed
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.