Menteri Ara Kantongi Daftar Tanah Tak Bertuan, Bakal Dibangun Rusun

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan daftar tanah-tanah yang idle atau terlantar dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Tanah tak bertuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun atau rusun.

"Kami mendapatkan tanah-tanah yang idle, itu clear and clean. Jadi benar-benar milik negara, dikuasai oleh negara, dan siap untuk dibangun rumah susun," ujar Ara di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Baca Juga :
Terungkap! Modus Akal Bulus Tersangka Rekayasa Uji Lab Agar Tanah Jarang Lolos Ekspor
Menteri Ara Akui Kendala SLIK Bikin Banyak Masyarakat Tak Punya Kesempatan Kredit Rumah

Terkait skemanya, dia mengatakan hal tersebut bisa dari Danantara, APBN, pengembang, atau Corporate Social Responsibility (CSR). "Nanti yang membangun kita bikin skemanya. Kemarin sudah saya laporkan, pertama bisa Danantara, dua bisa APBN, tiga pengembang, keempat CSR. Ada empat pola begitu," katanya.

Dalam kesempatan sama, Ara juga menyampaikan bahwa lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan Tanah Abang, Jakarta akan dibangun seribu unit rusun.

"Di Tanah Abang, itu (lahannya) jelas sudah clear and clean. Itu segera kita akan bangun dengan Astra. Astra itu akan memberikan CSR-nya untuk membangun seribu unit rusun," katanya.

Adapun lahan milik PT KAI di Kiara Condong, Bandung, menurut Ara, juga akan dibangun rumah susun. "Tanahnya sudah clear and clean dari KAI di Kiara Condong. Saya dengan KAI dan Astra untuk segera memulai dengan Walikota dan sebagainya perizinan di Kota Bandung," katanya.

Sebagai informasi, Ara sebelumnya mengungkapkan penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal. Dia mengatakan permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah.

"Backlog" kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama, kata dia, secara nasional kepemilikan rumah yang backlog itu 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.

Terkait rusun, kata Ara, memang menjadi perhatian dari Presiden Prabowo dan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) melalui Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal. (Ant)

Baca Juga :
Menteri Ara Optimis Program KUR Perumahan Bisa Lawan Aksi Rentenir di Masyarakat
Pemerintah Naikkan Plafon Kredit Program Perumahan 2026 Jadi Rp 50 Triliun, Cek Syarat Mendapatkannya
Palfon Anggaran Kredit Program Perumahan Dinaikkan Jadi Rp 50 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua DPRD Gowa Sesalkan Bupati HT Tinggalkan Sidang Pansus Hak Angket
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Pengakuan Pembunuh Driver Ojol, Ada Tekanan Biaya Nikah
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Tak Nyaman Menjawab Petugas, Warga Bisa Isi Sensus Ekonomi 2026 Secara Mandiri
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Said Iqbal Sidak PT Moya Indonesia, Soroti Kelalaian K3 dan Pelanggaran BPJS Ketengakerjaan
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Tarif Trump 20% di Selat Hormuz Tuai Ejekan hingga Kritikan
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.