Rencana Stock Split RAJA, RMKE, MLPT hingga PJAA Demi Dongkrak Likuiditas

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Empat emiten dari sektor berbeda mulai dari energi, infrastruktur, teknologi hingga pariwisata, akan melakukan aksi korporasi berupa aksi stock split atau memecah nilai nominal saham pada Juli ini.

Aksi korporasi ini ditempuh guna meningkatkan likuiditas perdagangan dan membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel. 

PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) menjadi salah satu emiten yang melakukan stock split dengan rasio 1:5, sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Aksi korporasi tersebut membuat jumlah saham beredar meningkat dari 4,23 miliar saham menjadi 21,14 miliar saham.

RAJA memperkirakan tanggal pelaksanaan Pemecahan Saham adalah pada 16 Juli 2026.

Langkah serupa ditempuh PT RMK Energy Tbk. (RMKE). Perseroan akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:5, menurunkan nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp20. Dengan aksi ini, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 4,375 miliar saham menjadi 21,875 miliar saham. 

Saham dengan nilai nominal baru dijadwalkan mulai diperdagangkan di pasar reguler dan negosiasi pada 17 Juli 2026, sedangkan di pasar tunai mulai 21 Juli 2026. 

Baca Juga

  • RMKE Bakal Stock Split Rasio 1:5, Simak Jadwal Pelaksanaannya
  • RAJA Umumkan Jadwal Dividen dan Stock Split 1:5, Cek Tanggal Pentingnya

Di sektor teknologi, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) bahkan mengambil langkah yang lebih agresif dengan rasio stock split 1:25. Nilai nominal saham berubah dari Rp100 menjadi Rp4, sehingga jumlah saham meningkat dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar saham. 

MLPT memperkirakan tanggal pelaksanaan aksi pemecahan saham ini pada 29 Juli 2026.

Perseroan menyatakan aksi ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan sekaligus menjadikan harga saham lebih terjangkau bagi investor. 

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) juga mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:2, dari nilai nominal Rp500 menjadi Rp250 per saham. Manajemen menyebut kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah saham beredar dan kepemilikan investor, memperbesar frekuensi transaksi harian, serta memperluas akses investor terhadap saham perseroan.

Selain emiten yang masih dalam tahap rencana pelaksanaan, sejumlah perusahaan tercatat telah lebih dulu merealisasikan aksi stock split sepanjang 2026.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) resmi melakukan stock split dengan rasio 1:25, sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp25 menjadi Rp1 per saham. Dengan aksi korporasi tersebut, harga saham DSAA secara teoritis disesuaikan menjadi berada di kisaran Rp3.150 per lembar dari sebelumnya Rp63.880.

Pada penutupan perdagangan Selasa (14/7/2026), harga saham Dssa ditutup pada level Rp800 atau turun sebesar 3,03%.

Sementara itu, PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) juga telah menuntaskan stock split dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham perseroan turun dari Rp25 menjadi Rp12,5 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 6,71 miliar saham menjadi 13,43 miliar saham.

Stock split CYBR telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 April 2026. 

Terpantau harga saham CYBR ditutup pada level Rp590 pada perdagangan Selasa (14/7/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Ternyata Seorang Wiraswasta, Tidak Melawan saat Ditangkap
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Skenario Kejagung Terkait Kasus Eks Jampidsus Febri Adriansyah
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Mahfud MD: Febrie Adriansyah Seharusnya Segera Ditampilkan ke Publik dan Ditahan
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Fraksi PKB Duga Adanya Intervensi Perlambat Penanganan Kasus Pembakaran Santri di Lombok
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Kepala SPPG yang Ditemukan Tewas Akhiri Hidup di Parkiran Mal Bandung Tinggalkan Surat, Isinya Bikin Pilu
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.