Lapo di Cengkareng Jakbar Disidak, Diduga Jual Daging Anjing

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menemukan sebuah warung makan lapo yang diduga menjual daging anjing atau hewan penular rabies (HPR).

Temuan itu setelah pihak Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan sidah di tiga lokasi warung lapo.

Salah satu lokasi sidak yakni warung makan di Duri Kosambi, Cengkareng. 

Baca juga: Diduga Jual Daging Anjing, Lapo di Jakbar Terancam Ditutup jika Terbukti

"Kami menemukan semacam bukti ya. Sebenarnya belum bisa disebut bukti tapi akan kami jadikan sampel dan sudah kami ambil sampelnya dengan persetujuan dari pemilik juga dan langsung kami kirimkan ke Lab Kesmafet Pusyankeswannak," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Dugaan mencuat setelah petugas memeriksa sejumlah sampel daging di lapo tersebut. Sampel daging yang diambil salah satunya yang beku atau frozen.

"Kalau tadi dari hasil pemeriksaan kami di ada di penyimpanan, di freezer pemilik, kami memeriksa berupa daging-daging beku, secara organoleptik. Tapi tidak dicoba rasanya ya, jadi secara pandangan mata, tekstur, bau itu mendekati dengan apa yang kami curigai, yaitu daging HPR," kata dia.

"Untuk itu, untuk penegakan dari pembuktian bahwa memang itu adalah bagian daging HPR, maka kami kirimkan ke Lab Kesmafet Pusyankeswannak," tambah Tanti.

Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan imbauam sekaligus peringatan terhadap pemilik warung lapo agar tidak menjual daging HPR.

Terkait temuaan dugaan menjual daging HPR, pihaknya masih menunggu sampel daging yang diuji. Jika benar ternyata daging HPR, maka tindakan tegas bakal berlaku bagi pelaku usaha.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Usai Pramono Ancam Tindak Tegas, DPRD DKI Minta Oknum Satpol PP Pelaku Pungli Dihukum Berat

"Untuk temuan kali ini, untuk kita pengawasan kali ini, kita hanya mengirimkan sampel dari daging yang dicurigai," jelas Tanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Darurat Pelecehan Seksual di Kampus: Kasus Beruntun dari USU, Unri hingga UAD
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bali Ramai Turis, Tapi Sekolah Ini Sudah Dua Tahun Tak Punya Murid Baru
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Truk Air Mineral Diduga Rem Blong Tabrak Warung di Cirebon, Ibu dan Bayi Tewas | BERITA UTAMA
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
PT Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp 24,1 Miliar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.