Grid.ID – Babak baru perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah akan segera memasuki ruang sidang. Sidang perdana mengenai gugatan hak asuh anak dijadwalkan akan digelar besok, Rabu (15/7/2026), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menjelang persidangan tersebut, pihak Ruben Onsu menyatakan kesiapan penuh dan rasa optimis. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa kliennya tidak memiliki kekhawatiran dalam menghadapi proses hukum ini.
Menurutnya, posisi Ruben sebagai ayah kandung memiliki landasan hukum yang sangat kuat.
“Kami tidak pernah khawatir tentang apa pun yang berkaitan dengan gugatan hak asuh anak ini. Siapa pun yang menjadi pemenang dalam gugatan ini tidak mengeliminasi hak mereka sebagai orang tua,” ujar Minola Sebayang dalam sesi wawancara virtual, Selasa (14/7/2026).
Minola menambahkan, optimisme Ruben muncul karena tujuan utama dari gugatan ini adalah demi kebaikan anak-anak. Ruben ingin memastikan perannya sebagai ayah tetap terjaga dan tidak digeser oleh pihak luar yang belum memiliki ikatan sah.
“Andaikata kami memenangkan gugatan, Ruben tidak akan membatasi S (Sarwendah) untuk bertemu anak-anak. Ruben tetap akan memberikan kesempatan," papar kuasa hukum Ruben Onsu.
"Sebaliknya pun begitu, jika hak asuh jatuh ke tangan ibunya, hakim pasti tetap memberikan hak Ruben untuk berkumpul bersama anak-anaknya,” jelas Minola.
Dipicu Rasa Lelah Menjadi Asing dengan Anak
Optimisme Ruben untuk memperjuangkan hak asuh ini juga dipicu oleh rentetan kejadian yang membuatnya merasa "dipinggirkan" dari fungsi ayah. Salah satunya adalah insiden viral di mana teman pria Sarwendah, Giorgio Antonio, ikut campur dalam memberikan izin kepada anak-anak Ruben.
Pihak Ruben merasa sudah waktunya untuk "melawan" setelah sekian lama memilih diam di tengah berbagai tuduhan dan upaya penggantian posisi ayah di lingkungan rumah Sarwendah.
“Ada waktunya diam, ada waktunya melawan. Dan sekarang Ruben merasa ini sudah waktunya. Dia tidak mau dipojokkan terus dan tidak mau sosok ayah kandung dianggap orang asing bagi anak-anaknya sendiri,” tegas Minola.
Fokus Murni pada Hak Asuh
Meski sempat beredar isu miring mengenai nafkah, Minola memastikan bahwa agenda sidang besok murni fokus pada masa depan anak-anak. Ruben ingin meluruskan tatanan aturan dan pola asuh yang dianggapnya mulai melenceng sejak adanya kehadiran orang asing di lingkaran terdekat anak-anaknya.
“Gugatan kita jelas, murni hak asuh anak. Ruben hanya ingin porsi peran orang tua dikembalikan sesuai tempatnya. Jangan sampai orang asing justru yang mengatur hidup anak-anak sementara ayah kandungnya masih sangat bertanggungjawab,” pungkasnya.
Sidang perdana besok akan beragendakan pemeriksaan kelengkapan berkas para pihak (legal standing) dan penentuan mediator sebelum memasuki tahap mediasi. Ruben Onsu dikabarkan menyerahkan sepenuhnya proses awal ini kepada tim kuasa hukumnya. (*)
Artikel Asli




