Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai bahwa Indonesia semakin dipercaya menjadi tuan rumah bagi berbagai kegiatan internasional seperti konser musik yang mampu menarik perhatian wisatawan global.
Bagi pemerintah, konser ini bukan hanya peristiwa hiburan, ini adalah momentum untuk memperlihatkan wajah Indonesia sebagai destinasi yang ramah, kreatif, aman, dan siap menyambut dunia," kata Widiyanti dalam unggahan pada akun resmi Kementerian Pariwisata di Instagram yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.
Widiyanti mengatakan berbagai konser musik yang digelar di Indonesia seperti konser BTS yang rencananya akan digelar selama tiga hari di Jakarta pada 26, 27 dan 29 Desember 2026 mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya generasi muda dan komunitas kreatif.
Baca juga: Kemenpar promosikan wisata Jakarta pada wisatawan Tiongkok
Para penonton yang datang tidak hanya hadir untuk menikmati konser, tetapi juga berpotensi menjadi wisatawan yang menginap di hotel, menikmati kuliner, mengunjungi kafe, menggunakan transportasi, berbelanja produk lokal, serta membagikan pengalaman mereka tentang Indonesia ke jejaring global.
Maka dari itu, dia memastikan pemerintah akan mendukung momentum ini melalui penguatan promosi pariwisata dan kolaborasi dengan ekosistem industri pariwisata.
"Tujuannya adalah memperkaya pengalaman pengunjung selama berada di Indonesia, sekaligus memperluas dampak ekonomi kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.
Baca juga: Wamenpar tekankan posisi strategis gastronomi bagi pariwisata
Lebih lanjut dia menilai bahwa momentum kedatangan wisatawan dan perhatian global terhadap konser ini akan digunakan untuk menampilkan destinasi, kuliner, budaya, dan keramahan Indonesia melalui berbagai platform media yang kami miliki. Kami ingin setiap event besar menjadi pengalaman yang baik bagi pengunjung dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi agar momentum seperti ini dapat menggerakkan hotel, restoran, kafe, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan destinasi wisata.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan masyarakat, Widiyanti menilai wisata musik (music tourism) dapat menjadi salah satu kekuatan baru pariwisata Indonesia.
Baca juga: Kemenpar perkuat promosi dan ekosistem pariwisata
"Event besar harus menjadi pengalaman yang berkesan bagi pengunjung, sekaligus memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal dan citra positif Indonesia di mata dunia," tambah Widiyanti.
Dalam kesempatan itu,dia turut menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia menyambut positif rencana penyelenggaraan konser BTS di Jakarta sebagai salah satu momentum besar bagi penguatan citra Indonesia di mata dunia.
Baca juga: Menpar sebut sektor pariwisata tumbuh positif hingga bulan Mei 2026
Baca juga: Kemenpar ungkap lima daya tarik utama wisman berlibur ke Indonesia
Bagi pemerintah, konser ini bukan hanya peristiwa hiburan, ini adalah momentum untuk memperlihatkan wajah Indonesia sebagai destinasi yang ramah, kreatif, aman, dan siap menyambut dunia," kata Widiyanti dalam unggahan pada akun resmi Kementerian Pariwisata di Instagram yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.
Widiyanti mengatakan berbagai konser musik yang digelar di Indonesia seperti konser BTS yang rencananya akan digelar selama tiga hari di Jakarta pada 26, 27 dan 29 Desember 2026 mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya generasi muda dan komunitas kreatif.
Baca juga: Kemenpar promosikan wisata Jakarta pada wisatawan Tiongkok
Para penonton yang datang tidak hanya hadir untuk menikmati konser, tetapi juga berpotensi menjadi wisatawan yang menginap di hotel, menikmati kuliner, mengunjungi kafe, menggunakan transportasi, berbelanja produk lokal, serta membagikan pengalaman mereka tentang Indonesia ke jejaring global.
Maka dari itu, dia memastikan pemerintah akan mendukung momentum ini melalui penguatan promosi pariwisata dan kolaborasi dengan ekosistem industri pariwisata.
"Tujuannya adalah memperkaya pengalaman pengunjung selama berada di Indonesia, sekaligus memperluas dampak ekonomi kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.
Baca juga: Wamenpar tekankan posisi strategis gastronomi bagi pariwisata
Lebih lanjut dia menilai bahwa momentum kedatangan wisatawan dan perhatian global terhadap konser ini akan digunakan untuk menampilkan destinasi, kuliner, budaya, dan keramahan Indonesia melalui berbagai platform media yang kami miliki. Kami ingin setiap event besar menjadi pengalaman yang baik bagi pengunjung dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi agar momentum seperti ini dapat menggerakkan hotel, restoran, kafe, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan destinasi wisata.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan masyarakat, Widiyanti menilai wisata musik (music tourism) dapat menjadi salah satu kekuatan baru pariwisata Indonesia.
Baca juga: Kemenpar perkuat promosi dan ekosistem pariwisata
"Event besar harus menjadi pengalaman yang berkesan bagi pengunjung, sekaligus memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal dan citra positif Indonesia di mata dunia," tambah Widiyanti.
Dalam kesempatan itu,dia turut menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia menyambut positif rencana penyelenggaraan konser BTS di Jakarta sebagai salah satu momentum besar bagi penguatan citra Indonesia di mata dunia.
Baca juga: Menpar sebut sektor pariwisata tumbuh positif hingga bulan Mei 2026
Baca juga: Kemenpar ungkap lima daya tarik utama wisman berlibur ke Indonesia





