Rating Utang RI Dipertahankan BBB, BI Sebut Stabilitas Ekonomi Tetap Kuat

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyambut positif keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dengan prospek (outlook) stabil pada 13 Juli 2026. Keputusan tersebut menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan afirmasi dari S&P mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan para pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia serta prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih solid.

"Hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," kata Perry dala keterangan resmi, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Selain itu, kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara serta memperkuat kinerja ekspor dari sektor sumber daya alam dipandang akan mendukung peningkatan pendapatan negara dalam jangka menengah. Menurut S&P, prospek tersebut akan semakin kuat apabila perubahan kebijakan semakin dapat diprediksi dan diimplementasikan secara efektif.

Outlook stabil juga mencerminkan keyakinan bahwa pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sehingga keberlanjutan fiskal tetap terjaga.

Lebih lanjut, Perry mengungkapkan bahwa S&P membuka peluang peningkatan peringkat kredit Indonesia apabila penguatan indikator struktural, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, terus berlanjut.

Dari sisi fiskal, hal tersebut didukung oleh penurunan defisit fiskal secara berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara yang signifikan, menurunnya biaya pembiayaan, serta stabilitas nilai tukar. 

Selanjutnya, dari sisi eksternal, peningkatan peringkat perlu didukung oleh membaiknya indikator antara lain penurunan utang luar negeri dan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto (gross external financing needs).

Perry menegaskan, Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Baca Juga: Purbaya Sebut Keputusan S&P Patahkan Spekulasi Penurunan Rating Indonesia

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp18.098 per Dolar AS, Sentimen Positif Rating S&P

Ke depan, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. 

"Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia to Introduce Discounted Fuel Prices for Larger Fishing Vessels  
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi VII DPR Minta Kementerian UMKM Perkuat Pembinaan agar Pelaku Usaha Lebih Mudah Akses Kredit Bank
• 10 jam lalupantau.com
thumb
BP3MI Jawa Barat Perkuat Pencegahan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal hingga Tingkat Desa
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Piala AFF 2026 Belum Mulai, Timnas Indonesia Sudah Kalah dari Vietnam Perihal Ini
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
DKI kemarin, imbauan soal teror bom hingga sensus ekonomi
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.