Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyampaikan keprihatinannya atas adanya ancaman teror bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan.
Peristiwa itu terjadi saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada murid tahun ajaran baru.
“Tentu kami prihatin terkait dengan ancaman yang terjadi di pelaksanaan MPLS,” kata Lalu di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Lalu menuturkan Komisi X DPR bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sebelumnya telah berdiskusi beberapa kali agar kegiatan MPLS tidak diwarnai kekerasan, perpeloncoan, maupun perundungan.
“MPLS kami arahkan untuk hal-hal yang positif, artinya memperkenalkan sekolah, kemudian terkait dengan sarana dan prasarana sekolah, fasilitas dan sebagainya,” katanya.
Lalu menyebut Peratuan Mendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 juga memuat soal ketentuan kegiatan MPLS yang harus dilakukan.
Sebelumnya, SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan mendapatkan teror bom oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (13/7/2026).
Teror bom tersebut dilakukan melalui pesan kepada salah satu guru. Pesan itu bernada ancaman bahwa akan dilakukan pengeboman.
“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK ...!!!!” tulis pesan tersebut.
Menyikapi ancaman itu, Polda Metro Jaya langsung menerjunkan pasukan Gegana dan Densus 88 ke lokasi. Sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.
“Siswa dan guru juga telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (saa/cmi)




