JAKARTA, KOMPAS.;TV - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perbankan untuk menekan praktik perjudian online (judol). Hingga Mei 2026, perbankan tercatat telah menghentikan hubungan usaha dengan sekitar 51,2 ribu nasabah yang terindikasi terlibat dalam transaksi berkaitan dengan judol.
Tak hanya itu, bank juga menolak membuka hubungan usaha dengan sekitar 2,8 juta calon nasabah pada periode yang sama. Data tersebut merupakan hasil pengawasan berbasis risiko yang dilakukan OJK secara berkelanjutan terhadap industri perbankan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan temuan tersebut dalam acara OJK Banking Forum 2026 di Jakarta.
"Pengawasan dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pemeriksaan kepatuhan, penyempurnaan parameter pendeteksian transaksi judi online, penyusunan sectoral risk assessment, hingga penguatan penerapan customer due diligence (CDD) dan enhanced due diligence (EDD) di sektor perbankan," ujar Dian dikutip dari Antara, Selasa (14/7)
Baca Juga: Sehari Usai Teror Bom, Mendikdasmen Kunjungi SDN Srengseng Sawah 15 dan Isi Materi MPLS | JMP
Ribuan Rekening Diblokir, OJK Perkuat Koordinasi
Dian menjelaskan, pengawasan berbasis risiko menjadi salah satu strategi utama OJK bersama industri perbankan untuk menekan praktik perjudian online.
Selain itu, OJK juga memperkuat implementasi program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPSPM) melalui POJK Nomor 8 Tahun 2023.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus ditingkatkan, termasuk menindaklanjuti rekomendasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Berdasarkan rekomendasi tersebut, OJK meminta perbankan melakukan EDD terhadap rekening yang dicurigai terkait judi online.
Jika terbukti memiliki indikasi kuat, rekening akan diblokir dan dilaporkan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM).
“Terkait hal ini, setelah melalui proses EDD, sebanyak 32.453 rekening telah diblokir,” kata Dian.
Laporan ke PPATK Melonjak Tajam
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ojk perbankan
- judi online
- rekening blokir
- nasabah bank
- transaksi mencurigakan
- ppatk indonesia





