Dukung Industri Pasar Modal, IIF Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp435,5 Miliar

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Baik obligasi maupun surat berharga perpetual tersebut mayoritas diserap oleh perusahaan manajemen aset dan asuransi, dengan porsi mencapai 83 persen.

Dukung Industri Pasar Modal, IIF Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp435,5 Miliar (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengonfirmasi rampungnya proses penerbitan obligasi dengan total nilai mencapai RP435,5 miliar, bersama dengan surat berharga perpetual sebesar Rp220 miliar.

Obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga tenor, yaitu satu, tiga dan lima tahun, dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun. Sementara surat berharga perpetual memberikan imbal hasil sebesar delapan persen per tahun.

Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Risiko Iklim, IIF Gandeng CPI dalam Upaya Implementasi CRMS

Baik obligasi maupun surat berharga perpetual tersebut mayoritas diserap oleh perusahaan manajemen aset dan asuransi, dengan porsi mencapai 83 persen.

"Sedangkan investor lainnya juga datang dari kalangan korporasi, investor ritel, dana pensiun dan juga perbankan," ujar Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Baca Juga:
Laba Bersih Tumbuh 51 Persen, IIF Siapkan Pembagian Dividen Rp74 Miliar

Menurut Rizki, langkah penerbitan obligasi dan juga surat berharga perpetual tersebut merupakan bentuk dukungan IIF terhadap pertumbuhan industri pasar modal nasional.

Dalam hal ini, Rizki menjelaskan bahwa pihaknya memposisikan diri sebagai pelengkap bagi industri keuangan dan pasar modal dalam negeri, dengan memperkuat peran dalam membantu memobilisasi modal swasta untuk turut berpartisipasi dalam pertumbuhan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga:
IIF Jamin Sukuk Ijarah Berkelanjutan Arkora Hydro (ARKO) Rp645 miliar

Program pembangunan tersebut, sejauh ini, telah tersebar ke berbagai sektor strategis nasional, seperti sektor konektivitas, infrastruktur digital, hingga kesehatan.

"IIF bermitra dengan berbagai pelaku usaha, regulator, investor domestik dan asing, serta lembaga khusus yang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan. Selain itu, IIF juga berperan sebagai mitra yang andal dan terpercaya bagi investasi langsung asing.

Dengan permodalan yang lebih kuat dan pengakuan global, IIF akan terus meningkatkan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko untuk membantu klien merealisasikan proyek infrastruktur berkelanjutan di sektor-sektor prioritas.

Langkah ini disebut Rizki sebagai strategi IIF untuk mendukung klien dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Misalnya saja, Rizki mencontohkan, capaian IIF dalam menghasilkan dampak berkelanjutan yang terukur melalui pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim, penerapan perlindungan lingkungan dan sosial yang kuat, peningkatan akses inklusif terhadap layanan dasar, inovasi keuangan berkelanjutan, serta tata kelola ESG yang kokoh.

"Capaian tersebut telah menerima pengakuan di level internasional, di mana pada Juli 2026 ini, kami telah menerima penghargaan dari FinanceAsia Awards 2026, Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and Investment Banking Awards 2026, serta ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation," ujar Rizki.

Pengakuan dari kalangan internasional tersebut, di antaranya, diberikan atas dukungan IIF terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) yang diterbitkan oleh klien di sektor jalan tol.

"Muara dari segala pengakuan dan penghargaan di level internasional ini, pada akhirnya mendorong kami dalam meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar Rizki.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhaj Minta Persetujuan DPR Cairkan Rp4 Triliun Demi Amankan Layanan Haji 2027
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penjelasan Menteri Imipas soal Masa Pencekalan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah 20 Hari
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Bertemu Menlu Vietnam, Sugiono Teken Komitmen Dagang dan Plan of Action
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Pastikan Tak Bakal Naikkan Tarif Pajak, Ini Strategi Kerek Penerimaan
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemprov Papua Pegunungan Kirim 61 Nakes ke Delapan Kabupaten, Fokus Layanan Daerah 3T
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.