OJK Tegaskan Pemberantasan Judi Online Tak Hanya Pemblokiran Situs dan Rekening Saja

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tantangan lainnya yakni integrasi sistem antarlembaga yang dinilai masih belum berjalan secara menyeluruh.

OJK Tegaskan Pemberantasan Judi Online Tak Hanya Pemblokiran Situs dan Rekening Saja

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan jika pemberantasan judi online (judol) tidak hanya berhenti pada pemblokiran akses situs maupun rekening saja.

"Melainkan harus mencakup keseluruhan rantai. Mulai dari deteksi dini, pertukaran data, mitigasi risiko, pengawasan transaksi, pemblokiran aset, pelaporan, hingga penegakan hukum," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:
Spam Promosi Judi Online Naik 128 Persen saat Piala Dunia 2026

Dian melanjutkan, tantangan lainnya yakni integrasi sistem antarlembaga yang dinilai masih belum berjalan secara menyeluruh.

Menurutnya, pertukaran informasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), OJK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bank Indonesia, aparat penegak hukum, serta industri jasa keuangan masih memerlukan berbagai tahapan administratif.

Baca Juga:
Pimpin HUT Bhayangkara ke-80, Prabowo Ingatkan Judi Online Rugikan Bangsa

"Sehingga belum sepenuhnya berlangsung secara otomatis dan real time. Kondisi ini justru memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk terus memindahkan dana dan mengubah modus operandinya sebelum tindakan pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal," katanya.

Selanjutnya, tantangan berikutnya adalah pemanfaatan teknologi analitik dan kecerdasan artifisial yang belum optimal, yang sebenarnya dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengawasan yang lebih modern.

Baca Juga:
Komdigi Sebut Influencer Daerah Jadi Sasaran Utama Spam Judi Online

Dian memandang dashboard pengawasan bersama, analisis jaringan transaksi, serta pemantauan berbasis risiko akan memberikan kemampuan yang jauh lebih baik dalam mengidentifikasi pola transaksi mencurigakan, mendeteksi rekening penampungan, dan memutus aliran dana hasil perjudian online secara lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

Baca Juga:
OJK Minta Perbankan Tingkatkan Teknologi Cegah Judi Online

Adapun, kata dia, tantangan teknis seperti pelaku perjudian online yang mampu mengubah alamat situs dan domain dalam waktu yang sangat singkat dan situs lain dapat kembali beroperasi dengan identitas yang berbeda.

Kemudian, adanya penggunaan server di luar yurisdiksi Indonesia, pemanfaatan VPN, aplikasi terenkripsi, serta berkembangnya instrumen pembayaran digital seperti dompet elektronik, virtual account, dan aset kripto yang semakin menyulitkan proses identifikasi, pelacakan transaksi, maupun pemulihan aset hasil tindak pidana.

“Seluruh upaya mulai dari penguatan regulasi, peningkatan koordinasi lintas lembaga, pembangunan ekosistem pengawasan yang terintegrasi, hingga pemanfaatan artificial intelligence merupakan bagian dari komitmen OJK untuk terus menjaga integritas sistem jasa keuangan,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bedah Kekuatan Ekonomi 4 Semifinalis Piala Dunia: Siapa Paling Tajir?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BP3MI Jawa Barat Perkuat Pencegahan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal hingga Tingkat Desa
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Bea Cukai Musnahkan BKC Ilegal dan Ratusan Bale Pakaian Bekas Impor di Entikong
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Kabar Baik untuk MBR, Menteri Ara dan Nusron Gratiskan Sertifikat Rumah, Ini 3 Kelompok Penerimanya
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Menteri Purbaya Tegaskan Rasio Utang RI 40,54 Persen Masih di Bawah Batas UU
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.