DUBAI, KOMPAS.TV — Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke sejumlah target di Iran pada Selasa (14/7/2026) dini hari, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap Iran di Selat Hormuz.
Langkah tersebut segera dibalas Iran dengan menyerang sejumlah sekutu AS di Timur Tengah, memicu kekhawatiran konflik kembali berubah menjadi perang terbuka.
Komando Pusat Militer AS menyatakan serangan udara itu menyasar sistem pertahanan pantai, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta kemampuan maritim Iran.
Washington menyebut operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal dagang dan warga sipil di Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Umumkan Blokade atas Iran di Selat Hormuz, AS Kenakan Biaya Keamanan 20 Persen
"Serangan-serangan ini akan terus memberikan kerugian besar bagi pasukan Iran dan mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” kata militer AS dikutip dari Associated Press.
Menanggapi serangan itu, Iran langsung melancarkan aksi balasan di kawasan.
Bahrain kembali mengaktifkan sirene peringatan rudal sebanyak tiga kali dan meminta warga mencari tempat berlindung, sementara militer Yordania mencegat empat rudal Iran.
Tidak hanya itu, tiga kapal tanker komersial yang melintasi selat turut menjadi sasaran serangan, termasuk dua kapal yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Serangan terhadap kapal tanker tersebut menandai meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan serangan terhadap kapal tanker Mombasa dan Al Bahiyah sempat memicu kebakaran, menewaskan seorang pelaut dan melukai delapan lainnya.
Sementara itu, kapal tanker Stolt Magnesium milik perusahaan Belanda juga diserang di lepas pantai Oman hingga memicu kebakaran di kamar mesin, meski seluruh awaknya dilaporkan selamat.
Baca Juga: AS Berlakukan Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran | SAPA MALAM
Dampak pertempuran kini mulai meluas ke sektor penerbangan sipil.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- Amerika Serikat
- Iran
- Donald Trump
- Selat Hormuz
- blokade
- kapal tanker diserang





