BEI Buka Ruang Diskusi dengan Emiten yang Masuk Daftar HSC

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

BEI membuka ruang diskusi bagi emiten-emiten yang masuk ke dalam radar pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

BEI Buka Ruang Diskusi dengan Emiten yang Masuk Daftar HSC. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka ruang diskusi bagi emiten-emiten yang masuk ke dalam radar pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Hal ini seiring dengan imbauan otoritas bursa kepada para investor agar tetap berhati-hati dan bertindak rasional dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal.

Baca Juga:
Deteksi Saham HSC, BEI Skrining 171 Emiten Jumbo

Otoritas bursa menegaskan komitmennya untuk membantu para emiten terindikasi HSC agar dapat segera memulihkan likuiditas saham mereka di pasar reguler. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong perusahaan tercatat untuk melakukan aksi korporasi yang sehat demi menyebarkan kepemilikan saham ke publik secara lebih luas.

"Terhadap saham-saham yang terindikasi high shareholding concentration tentu kami membuka ruang untuk berdiskusi. Tentu diharapkan perusahaan tersebut bisa melakukan necessary actions untuk mendistribusikan sahamnya secara lebih baik di pasar. Apabila itu sudah dilakukan, tentu dapat disampaikan kepada kami untuk kami screening ulang atau bisa masuk dalam screening periodik yang setiap 3 bulan akan kami lakukan," ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:
BEI Tegaskan Saham HSC Tak Bisa Masuk Indeks LQ45 hingga IDX30

Mekanisme evaluasi berkala tiga bulanan ini dirancang untuk memantau fluktuasi pergerakan transaksi saham secara transparan. Jika emiten berhasil mendistribusikan kembali kepemilikan sahamnya kepada publik dengan porsi yang ideal, bursa akan mengeluarkan pengumuman penutupan atau closing announcement untuk memulihkan status saham tersebut. 

Melalui keterbukaan ini, bursa berupaya memitigasi risiko volatilitas ekstrem sekaligus menjaga kestabilan iklim transaksi saham di pasar modal Indonesia. 

Baca Juga:
BEI Sesuaikan Metodologi, 37 Emiten Baru Masuk Daftar HSC

Bursa juga memberikan perhatian khusus pada aspek edukasi dan perlindungan bagi para pemodal ritel di tengah dinamika pergerakan harga saham HSC yang fluktuatif. Investor diingatkan untuk tidak sekadar berspekulasi mengikuti tren sesaat tanpa melakukan analisis yang mendalam terhadap kondisi keuangan perusahaan terkait.

"Kami imbau untuk selalu mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan faktor fundamental dan selalu menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing," tutur Jeffrey.

Adapun sebelumnya, BEI memasukkan 37 saham baru ke dalam kelompok HSC. Penambahan ini akan mengerek total emiten yang masuk ke dalam radar pengawasan HSC bursa menjadi 51 emiten.

Langkah pengetatan tersebut dilakukan setelah otoritas bursa merevisi metodologi penentuan kriteria HSC. Formulasi baru ini menyertakan parameter rasio dampak harga (price-impact ratio) khusus bagi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp10 triliun.

Parameter price-impact ratio dihitung secara matematis dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat kecepatan transaksi atau velocity-nya. Adapun indikator velocity sendiri dihitung dari rata-rata volume transaksi kumulatif yang dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praperadilan Roy Suryo, Youtuber Michael Sinaga Minta Video Diskusinya Tidak Dikriminalisasi
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana
• 37 menit laludetik.com
thumb
APJATI Dukung Pelindungan PMI, Dorong KP2MI Percepat Pembenahan Sistem
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Hadapi Risiko Ekonomi Global, Penguatan Tata Kelola Keuangan jadi Sorotan
• 10 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah: Penampungan Sampah Lumpuh Total pada 2028, jika Tak Ada Pengelolaan Terpadu
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.