Bisnis.com, PALEMBANG — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mulai memperluas sumber pertumbuhan bisnisnya melalui pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services, seiring meningkatnya kebutuhan optimalisasi produksi sumur migas nasional.
Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim mengatakan keberhasilan proyek perdana tersebut menjadi bukti kesiapan perusahaan memperluas bisnis di luar layanan pengeboran.
"Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional," ujar Aziz dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/7/2026).
Pada proyek tersebut, Pertamina Drilling melakukan stimulasi pada interval perforasi 1.963–1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar menggunakan larutan 15% Hydrochloric Acid (HCl) yang dirancang sesuai karakteristik reservoir.
Teknologi matrix acidizing bekerja dengan melarutkan endapan yang menghambat aliran fluida sehingga konektivitas antara reservoir dan sumur kembali optimal.
Melalui pekerjaan tersebut, produksi Sumur GNK-104 ditargetkan meningkat hingga 65 barel minyak per hari (BOPD).
Baca Juga
- Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tajak Perdana PLTP Lumut Balai Unit 3
- Harga BBM Pertamina, BP, Vivo dan Shell Hari Ini, Jumat 10 Juli 2026
- ESDM: 57% SPBU Pertamina Sudah Salurkan B50
Aziz mengatakan pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat portofolio jasa energi.
"Sekaligus juga menjawab kebutuhan industri migas yang semakin dinamis," katanya.
Menurut dia, bisnis non-rig menjadi salah satu peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan operator migas terhadap layanan peningkatan produksi sumur tanpa harus melakukan pengeboran baru.
Sebelumnya, Pertamina Drilling telah lebih dulu mengembangkan layanan hydraulic fracturing di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi perusahaan untuk memperluas layanan stimulasi sumur melalui bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services.
"Dengan begitu, tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi Pertamina Drilling juga sebagai mitra yang mampu menghadirkan solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur serta meningkatkan produktivitas lapangan migas," tutupnya.





