Menteri LH Jumhur Dorong Daerah Kelola Lingkungan demi Ekonomi Berkelanjutan

liputan6.com
9 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat meminta pemerintah daerah untuk melakukan transformasi pengelolaan lingkungan menjadi solusi dan mendukung ekonomi berkelanjutan.

Jumhur menyampaikan dalam pertemuan bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah di Jawa Barat pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah, pengurangan emisi, serta pemanfaatan potensi ekonomi karbon.

Advertisement

BACA JUGA: Wisata Edukasi Taman Lebah untuk Jaga Kelestarian Ekosistem

"Gas metan dari tumpukan sampah sangat berbahaya, namun jika dikelola dengan baik, gas metana bisa ditangkap, diubah menjadi energi, dan menghasilkan unit karbon yang bernilai ekonomi,," ucap Jumhur dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, melansir Antara, Selasa (14/7/2026).

"Melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), pengurangan emisi tersebut dapat dicatat dan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pengelolaan lingkungan di daerah," sambung dia.

Jumhur menjelaskan, dalam pertemuan pada Sabtu 11 Juli 2026, dia menyoroti potensi dari berbagai aktivitas lingkungan pengelolaan sampah menjadi energi, penanaman pohon, hingga rehabilitasi mangrove dapat menghasilkan pengurangan emisi yang memiliki nilai ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asosiasi Dapur MBG Mengadu ke DPR: Dianggap Biang Kerok, Keracunan Salah Kami
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Humaniora kemarin, teror bom SD hingga ASN Jabar terindikasi judol
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Mas Dhito Pastikan Pemkab Kediri Kawal Penuh Keberhasilan Program Sekolah Rakyat
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Rekor Timnas Kamboja di Piala AFF: Tidak Pernah Melaju dari Fase Grup
• 57 menit lalubola.com
thumb
REI Sulsel Optimistis Dukung Program 3 Juta Rumah, Backlog Perumahan di Sulsel Masih Capai 400 Ribu Unit
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.