Hanya 3 Murid Baru, SDN Purwoyoso 01 Semarang Tetap Gelar MPLS Meriah dengan Badut

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

SD Negeri Purwoyoso 01 Kota Semarang, Jawa Tengah, hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026-2027. Meski jumlah peserta didik jauh di bawah kuota, sekolah tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara meriah dengan menghadirkan badut bertema sirkus untuk membangkitkan semangat siswa.

Tiga murid baru tersebut terdiri atas satu siswi dan dua siswa. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang hanya memperoleh 12 siswa dari target 28 peserta didik.

Kepala SDN Purwoyoso 01 Semarang, Hajar Ristiani, mengatakan awalnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar secara online. Namun, dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang sehingga hanya tiga siswa yang resmi diterima.

"Memang kemarin yang mendaftar secara online itu ada lima, namun ada dua yang tidak daftar ulang, sehingga yang pasti masuk hanya tiga siswa saja. Berapa pun muridnya, pembukaan MPLS tetap kita sambut dengan meriah. Tahun ini temanya sirkus dengan menghadirkan badut agar anak-anak semakin semangat kembali belajar," ujar Hajar dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa 14 Juli 2026. 

Menurutnya, jumlah siswa yang sedikit tidak menyurutkan semangat sekolah untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Berbagai kegiatan edukatif tetap digelar agar suasana belajar terasa hangat dan penuh keceriaan.

Baca Juga :

SD di Semarang Diisi 3 Murid saat MPLS 2026, Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Khusus
Minimnya peserta didik baru juga terjadi di SMP Negeri 4 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah tersebut hanya menerima empat siswa baru dari kapasitas 64 peserta didik pada tahun ajaran ini.

Wakil Kepala SMPN 4 Pengasih Bidang Kurikulum, Supriadi, menjelaskan keterbatasan wilayah zonasi menjadi salah satu penyebab rendahnya jumlah pendaftar.

"Ini ada beberapa faktor yang menyebabkan, yang pertama adalah mungkin zona. Zona satu kami sangat terbatas dan berhimpitan dengan sekolah tetangga. Banyak calon siswa akhirnya masuk ke sekolah lain yang jaraknya berdekatan," jelas Supriadi.

Selain faktor zonasi, penurunan jumlah lulusan sekolah dasar dari tahun ke tahun juga dinilai memengaruhi minimnya penerimaan siswa baru. Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya menyelenggarakan MPLS secara menarik agar siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Kapal Kandas Tutup Jalur Pangkalbalam, Ratusan Penumpang KM Sewindu Dievakuasi
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun, Berpotensi Serap Hampir 38 Ribu Tenaga Kerja
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Motif Siswa MAN 3 Padang Ledakan Bom di Sekolah, Dendam karena Sering Dibully
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
PBNU Bantah Isu Cawe-Cawe Presiden di Muktamar, Gus Yahya: Buat Apa?
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Siap-Siap! Negara Akan Ambil Alih 605 Ha Lahan Berstatus HGB Non Aktif
• 57 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.