Marietta, Georgia (ANTARA) - Bek kanan tim nasional Argentina Gonazalo Montiel menyebut skuadnya akan berupaya mengendalikan laga pada saat menghadapi Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2026 pada Rabu (15/7) di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
"Tentu saja kami lebih memilih untuk menguasai bola dan mengendalikan pertandingan," ujar Montiel sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.
Meski demikian, pesepak bola berusia 29 tahun yang berkarier di klub River Plate itu menekankan timnya siap untuk semua kemungkinan, termasuk andai mereka dalam tekanan Inggris.
Menurut Montiel, Argentina terdiri dari para pemain berpengalaman yang sudah terbukti mampu membawa skuad Tango keluar dari tekanan.
Pada Piala Dunia 2026, misalnya, Argentina kerap mendapatkan kesulitan pada babak gugur saat melawan Tanjung Verde, Mesir dan Swiss.
Ketika menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar, Argentina harus menunggu sampai menit ke-111 untuk memastikan kemenangan 3-2.
Kemudian, kala melawan Mesir pada 16 besar, Argentina bahkan tertinggal 0-2 lebih dahulu sebelum berbalik menang 3-2.
Terakhir, saat berjumpa Swiss pada perempat final, Argentina ditahan 1-1 sampai babak tambahan, di mana sang lawan dari Eropa akhirnya tumbang 1-3.
Baca juga: Nico O'Reilly sebut hadapi Messi adalah kesempatan sekali seumur hidup
"Jadi, kami sudah melewati masa sulit. Semua pemain menganggap spesial momen mengenakan jersei Argentina," tutur Montiel.
Argentina berlatih di Atlanta United Training Ground dengan kekuatan penuh. Semua pemain andalan mereka terlibat di dalamnya seperti kapten Lionel Messi, Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister.
Argentina dalam ambisi tinggi untuk mempertahankan trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2022. Untuk itu, tim asuhan pelatih Lionel Scaloni bertekad meremukkan Inggris dan melaju ke final.
Sepanjang sejarah, berdasarkan laman 11v11, Argentina dan Inggris sudah 14 kali bertanding. Inggris menang enam kali, Argentina tiga kali dan sisanya imbang.
Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris dalam Piala Dunia terjadi pada 1998, kala kedua kesebelasan bertanding pada 16 besar Piala Dunia 1998.
Argentina dan Inggris bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti yang dimenangkan Argentina 4-3.
Namun, momen paling bersejarah Argentina saat berlaga kontra Inggris adalah ketika mereka menang 2-1 dalam perempat final Piala Dunia 1986 berkat dua gol Diego Maradona. Hasil positif itu menjadi bekal Argentina untuk terus melaju dan pada akhirnya menjuarai turnamen tersebut.
Sampai saat ini, Argentina sudah mengoleksi tiga trofi kampiun Piala Dunia yakni 1978, 1986 dan 2022.
Baca juga: Lionel Messi akhirnya menghadapi timnas Inggris
"Tentu saja kami lebih memilih untuk menguasai bola dan mengendalikan pertandingan," ujar Montiel sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.
Meski demikian, pesepak bola berusia 29 tahun yang berkarier di klub River Plate itu menekankan timnya siap untuk semua kemungkinan, termasuk andai mereka dalam tekanan Inggris.
Menurut Montiel, Argentina terdiri dari para pemain berpengalaman yang sudah terbukti mampu membawa skuad Tango keluar dari tekanan.
Pada Piala Dunia 2026, misalnya, Argentina kerap mendapatkan kesulitan pada babak gugur saat melawan Tanjung Verde, Mesir dan Swiss.
Ketika menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar, Argentina harus menunggu sampai menit ke-111 untuk memastikan kemenangan 3-2.
Kemudian, kala melawan Mesir pada 16 besar, Argentina bahkan tertinggal 0-2 lebih dahulu sebelum berbalik menang 3-2.
Terakhir, saat berjumpa Swiss pada perempat final, Argentina ditahan 1-1 sampai babak tambahan, di mana sang lawan dari Eropa akhirnya tumbang 1-3.
Baca juga: Nico O'Reilly sebut hadapi Messi adalah kesempatan sekali seumur hidup
"Jadi, kami sudah melewati masa sulit. Semua pemain menganggap spesial momen mengenakan jersei Argentina," tutur Montiel.
Argentina berlatih di Atlanta United Training Ground dengan kekuatan penuh. Semua pemain andalan mereka terlibat di dalamnya seperti kapten Lionel Messi, Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister.
Argentina dalam ambisi tinggi untuk mempertahankan trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2022. Untuk itu, tim asuhan pelatih Lionel Scaloni bertekad meremukkan Inggris dan melaju ke final.
Sepanjang sejarah, berdasarkan laman 11v11, Argentina dan Inggris sudah 14 kali bertanding. Inggris menang enam kali, Argentina tiga kali dan sisanya imbang.
Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris dalam Piala Dunia terjadi pada 1998, kala kedua kesebelasan bertanding pada 16 besar Piala Dunia 1998.
Argentina dan Inggris bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti yang dimenangkan Argentina 4-3.
Namun, momen paling bersejarah Argentina saat berlaga kontra Inggris adalah ketika mereka menang 2-1 dalam perempat final Piala Dunia 1986 berkat dua gol Diego Maradona. Hasil positif itu menjadi bekal Argentina untuk terus melaju dan pada akhirnya menjuarai turnamen tersebut.
Sampai saat ini, Argentina sudah mengoleksi tiga trofi kampiun Piala Dunia yakni 1978, 1986 dan 2022.
Baca juga: Lionel Messi akhirnya menghadapi timnas Inggris





