Marietta, Georgia (ANTARA) - Gelandang tim nasional Argentina Rodrigo De Paul menegaskan pentingnya faktor mental saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7).
"Mental sangat penting dan saya terus memperkuatnya," ujar De Paul sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.
Oleh karena itu, untuk mempersiapkan diri melawan Inggris, pesepak bola berusia 32 tahun itu menyebut dirinya banyak berkomunikasi dengan psikolog timnas Argentina.
Selain itu, De Paul banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang dekatnya agar lebih tenang.
"Orang-orang terdekat yang mengenal saya dengan baik tahu apa yang harus disampaikan kepada saya," tutur pemain klub Inter Miami itu.
De Paul juga mengaku kerap membayangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada pertandingan melawan Inggris.
"Saya juga harus dapat mengendalikan emosi meski kadang itu tidak selalu bisa dilakukan. Semua energi saya fokuskan untuk pertandingan besok," kata De Paul.
Pria yang berkarier di Atletico Madrid pada periode 2021-2025 itu pun yakin rekan-rekannya melakukan hal serupa dengannya.
Baca juga: Montiel tegaskan Argentina akan berupaya kendalikan Inggris
Argentina, dia melanjutkan, mengetahui persis bahwa mereka harus selalu tenang dan berkepala dingin jika mau memenangkan pertandingan.
"Saya selalu bangga dengan tim. Sulit untuk mempertahankan kemenangan dari tahun ke tahun, tetapi kami bisa melakukannya sampai saat ini. Namun, laga ini (semifinal Piala Dunia 2026-red) sangat penting, pertandingan yang harus menjadi momen kami memperlihatkan kemampuan terbaik," tutur De Paul.
Sepanjang sejarah, berdasarkan laman 11v11, Argentina dan Inggris sudah 14 kali bertanding. Inggris menang enam kali, Argentina tiga kali dan sisanya imbang.
Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris dalam Piala Dunia terjadi pada 1998, kala kedua kesebelasan bertanding dalam babak 16 besar.
Argentina dan Inggris bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti yang dimenangkan Argentina 4-3.
Namun, momen paling bersejarah Argentina saat berlaga melawan Inggris adalah ketika mereka menang 2-1 pada perempat final Piala Dunia 1986 berkat dua gol ikonik Diego Maradona yakni gol "tangan Tuhan" dan "gol terbaik abad ini". Hasil positif itu menjadi bekal Argentina untuk terus melaju dan pada akhirnya menjuarai Piala Dunia.
Sampai saat ini, Argentina sudah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia pada 1978, 1986 dan 2022.
Baca juga: Nico O'Reilly sebut hadapi Messi adalah kesempatan sekali seumur hidup
"Mental sangat penting dan saya terus memperkuatnya," ujar De Paul sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.
Oleh karena itu, untuk mempersiapkan diri melawan Inggris, pesepak bola berusia 32 tahun itu menyebut dirinya banyak berkomunikasi dengan psikolog timnas Argentina.
Selain itu, De Paul banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang dekatnya agar lebih tenang.
"Orang-orang terdekat yang mengenal saya dengan baik tahu apa yang harus disampaikan kepada saya," tutur pemain klub Inter Miami itu.
De Paul juga mengaku kerap membayangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada pertandingan melawan Inggris.
"Saya juga harus dapat mengendalikan emosi meski kadang itu tidak selalu bisa dilakukan. Semua energi saya fokuskan untuk pertandingan besok," kata De Paul.
Pria yang berkarier di Atletico Madrid pada periode 2021-2025 itu pun yakin rekan-rekannya melakukan hal serupa dengannya.
Baca juga: Montiel tegaskan Argentina akan berupaya kendalikan Inggris
Argentina, dia melanjutkan, mengetahui persis bahwa mereka harus selalu tenang dan berkepala dingin jika mau memenangkan pertandingan.
"Saya selalu bangga dengan tim. Sulit untuk mempertahankan kemenangan dari tahun ke tahun, tetapi kami bisa melakukannya sampai saat ini. Namun, laga ini (semifinal Piala Dunia 2026-red) sangat penting, pertandingan yang harus menjadi momen kami memperlihatkan kemampuan terbaik," tutur De Paul.
Sepanjang sejarah, berdasarkan laman 11v11, Argentina dan Inggris sudah 14 kali bertanding. Inggris menang enam kali, Argentina tiga kali dan sisanya imbang.
Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris dalam Piala Dunia terjadi pada 1998, kala kedua kesebelasan bertanding dalam babak 16 besar.
Argentina dan Inggris bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti yang dimenangkan Argentina 4-3.
Namun, momen paling bersejarah Argentina saat berlaga melawan Inggris adalah ketika mereka menang 2-1 pada perempat final Piala Dunia 1986 berkat dua gol ikonik Diego Maradona yakni gol "tangan Tuhan" dan "gol terbaik abad ini". Hasil positif itu menjadi bekal Argentina untuk terus melaju dan pada akhirnya menjuarai Piala Dunia.
Sampai saat ini, Argentina sudah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia pada 1978, 1986 dan 2022.
Baca juga: Nico O'Reilly sebut hadapi Messi adalah kesempatan sekali seumur hidup





