Purbaya Yudhi Sadewa Mengajak Investor Membeli Saham setelah S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan para investor mulai membeli saham dan menjual dolar AS setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Purbaya menilai keputusan S&P menjadi sinyal kuat bahwa berbagai kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Indonesia tidak terbukti.

S&P Dinilai Perkuat Kepercayaan Investor

Purbaya mengatakan, "Seharusnya ke depan sentimen negatif di pasar modal, di pasar obligasi, maupun nilai tukar rupiah akan hilang dengan cepat. Jadi ke depan siap-siap beli saham, kalau punya dolar, jual dolarnya," ungkapnya.

Ia menilai afirmasi peringkat kredit dari S&P dapat meningkatkan kepercayaan investor, termasuk investor asing, terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Saat ditanya apakah sentimen positif tersebut dapat mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah dalam waktu dekat, Purbaya tidak memberikan proyeksi angka.

Meski demikian, Purbaya menilai investor yang cermat seharusnya segera memanfaatkan momentum tersebut.

Purbaya mengatakan, "Kalau (investor) pinter ya harus cepat. Kalau investor pinter, domestik pinter, masuk aja sekarang. Sekarang udah jelas apalagi gangguan kita? Selama ini kan ditakutkan kita tidak bisa mengelola fisikal walaupun ekonominya tumbuh lebih cepat," ujarnya.

Purbaya menyebut sebelumnya muncul keraguan mengenai arah kebijakan pemerintah dan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan bahkan sempat beredar spekulasi bahwa peringkat kredit Indonesia berpotensi diturunkan.

Purbaya mengatakan, "Ketika semua orang bilang ada kemungkinan kita akan di-downgrade. Bukan outlook lo, begitu outlook semua turunkan tinggal downgrade aja kan. Ini menunjukkan bahwa apa yang dikhawatirkan itu tidak benar," katanya.

Pemerintah Janji Perkuat Fundamental Ekonomi

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjalankan kebijakan ekonomi secara konsisten.

Pemerintah juga akan terus memperbaiki berbagai inefisiensi agar fundamental ekonomi nasional semakin kuat.

Purbaya mengatakan, "Ke depan kita akan lebih bagus lagi, karena kita akan menjalankan kebijakan dengan lebih konsisten. Kalau ada inefisiensi, kita perbaiki terus ke depan, jadi ekonomi kita akan kuat," ungkapnya.

Purbaya menambahkan bahwa keyakinan lembaga pemeringkat juga didukung oleh kondisi fiskal Indonesia yang dinilai tetap sehat.

Ia menyebut pengelolaan fiskal selama ini dilakukan secara hati-hati (prudent) sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.

Purbaya mengatakan, "Jadi asesmen S&P menentukan tujuan bahwa saya menjalankan fiskal dengan tepat, Presiden menjalankan pekerjaan fiskal yang lancar. Jadi merupakan suatu pengakuan internasional bahwa kita bisa menjalankan fiskal dengan baik, prudent dan menciptakan penumbuhan yang banyak sekali," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Anak Berenang di Empang Bekas Galian Karawang: 2 Tewas, 1 Selamat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Tegaskan Perbankan Pegang Peran Strategis Jaga Sistem Keuangan Nasional
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Meski Pangsanya Turun, Astra Masih Kuasai 51 Persen Pasar Mobil Indonesia
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
RWA Dinilai Jadi Salah Satu Motor Pertumbuhan Baru Industri Kripto, Ini Penjelasannya
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Yordania Tembak Jatuh Tiga Rudal Iran yang Melintas di Wilayah Udaranya
• 24 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.