Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar dahsyat yang melanda Venezuela terus bertambah. Setelah tiga minggu berlalu, kini korban jiwa melampaui 4.700 orang, sementara hampir 17.000 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir AFP, Rabu (15/7/2026), Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez menyampaikan angka terbaru jumlah korban yang berjatuhan pasca-gempa. Terkini, sedikitnya 4.734 orang tercatat meninggal dunia dan 16.740 lainnya luka-luka.
Rodriguez mengatakan sebagian besar korban luka telah dipulangkan.
PBB memperkirakan sekitar 50.000 orang hilang setelah gempa tersebut, di mana ratusan bangunan runtuh dan menjebak orang di bawah reruntuhan.
Dalam peristiwa tersebut, gempa yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 -- gempa terbesar di Venezuela dalam lebih dari seabad -- terjadi 39 detik setelah gempa pertama dengan magnitudo 7,2, meratakan seluruh blok-blok apartemen bertingkat tinggi menjadi puing-puing.
Meskipun tim penyelamat telah menghentikan pencarian korban selamat, anggota keluarga terus mencari orang-orang terkasih mereka di antara reruntuhan, dengan harapan dapat menemukan jasad mereka dan memberikan pemakaman yang layak.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez pada hari Rabu lalu menyerukan pencairan dana Venezuela yang dibekukan di luar negeri untuk membantu negara tersebut mengatasi bencana tersebut.
Dia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirimkan surat kepada Raja Inggris Charles III untuk meminta pencairan aset sekitar 30 ton cadangan emas yang dibekukan akibat sanksi-sanksi yang diberlakukan oleh otoritas London.
(fca/fca)




