JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Sebelumnya, Cak Imin menilai kepengurusan PBNU selama lima tahun terakhir tidak membawa perubahan dan perlu memiliki pemimpin baru yang lebih segar.
Menanggapi itu, Gus Yahya mempersilakan setiap pihak menyampaikan pendapatnya.
"Tapi saya kira, itu bisa dicek kepada jajaran pengurus dan warga NU. Kalau Pak Imin mengatakan begitu, saya kira ya karena beliau memang mungkin kurang mengerti tentang NU, karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan," katanya di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Karena belum pernah menjadi pengurus, Gus Yahya menyatakan kemungkinan Cak Imin belum mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi selama periode kepemimpinannya.
Baca Juga: Gus Yahya Mencalonkan Diri sebagai Ketum PBNU Lagi, Ini Alasannya
Menurutnya, kinerja kepengurusan PBNU saat ini dapat dinilai langsung oleh pengurus hingga tingkat bawah yang merasakan berbagai program organisasi selama periode kepengurusan lima tahun terakhir.
Eks Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu juga menilai jajaran NU sampai ke tingkat bawah bisa menyatakan adanya kemajuan fundamental yang sudah dicapai selama kepengurusannya.
Menurut informasi dari laman NU Cilacap Online, Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026 yang akan datang.
Muktamar NU adalah permusyawaratan tertinggi Organisasi NU yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan tujuh agenda yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) NU.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, NU Cilacap Online
- gus yahya
- yahya cholil staquf
- cak imin
- muhaimin iskandar
- pbnu
- ketum pbnu





