BEI Tambah 14 Saham ke Daftar HSC, Emiten Sinar Mas dan Mayapada Masuk

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali memperbarui daftar saham dengan status High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.

Dalam pengumuman berdasarkan data kepemilikan per 30 Juni 2026, terdapat 14 emiten yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh sekelompok pemegang saham dengan porsi di atas 90%.

BEI menjelaskan penetapan status HSC dilakukan berdasarkan metodologi penghitungan struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.

"Meski demikian, status tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di bidang pasar modal, melainkan merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada investor terkait struktur kepemilikan saham emiten," tulis pengumuman BEI, Rabu (15/7/2026).

Dari daftar terbaru, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) menjadi emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi, yakni mencapai 99,99% dari total saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) dengan 99,95%, PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) sebesar 99,93%, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) sebesar 99,58%, dan PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) sebesar 99,42%.

Baca Juga

  • BEI Perbarui Kriteria HSC, Ada 37 Saham Baru Masuk ke Daftar
  • BEI Akan Depak Saham HSC dari Indeks IDX30 hingga LQ45
  • Ini Alasan BEI Tambah Kriteria Penilaian Saham HSC Walau Risiko Pasar Bergejolak

Sejumlah emiten yang masuk daftar HSC berasal dari kelompok usaha yang sama. Dari Grup Sinar Mas, terdapat SMAR dengan kepemilikan terkonsentrasi 99,58%, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) sebesar 99,24%, serta PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) sebesar 95,65%. Ketiga emiten tersebut bergerak di sektor yang berbeda, yakni perkebunan, pertambangan batu bara, dan telekomunikasi.

Sementara itu, Grup Mayapada juga memiliki dua emiten yang masuk daftar HSC, yakni PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) dengan konsentrasi kepemilikan mencapai 99,99% serta PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) sebesar 97,21%.

Selain itu, daftar HSC juga mencakup PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) dengan kepemilikan terkonsentrasi 98,90%, PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) sebesar 98,62%.

Selanjutnya, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) sebesar 98,06%, PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI) sebesar 97,02%, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) sebesar 96,70%, serta PT MD Entertainment Tbk. (FILM) sebesar 92,98%.

Bursa Efek Indonesia menegaskan bahwa pengumuman HSC tidak dimaksudkan sebagai indikasi adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Daftar tersebut disusun untuk memberikan informasi kepada investor mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan saham suatu emiten yang berpotensi memengaruhi likuiditas perdagangan maupun pembentukan harga saham di pasar.


Daftar Saham HSC Terbaru per 30 Juni 2026

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos Gus Ipul: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga
• 5 jam laludetik.com
thumb
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Pendidikan Tetap 20% APBN
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo, sang Ibu yang Kerja di SPPG Ungkap Makna di Baliknya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Kylian Mbappe Kritik Penampilan Buruk Timnas Prancis usai Takluk dari Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Di Bawah Target, Mendagri Sebut Inflasi 3,34 Persen Masih Terkendali
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.