Piala Dunia 2026: Didier Deschamps Akui Prancis Kalah Kelas dari Spanyol

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Didier Deschamps pelatih tim nasional Prancis mengakui anak asuhnya gagal menunjukkan performa terbaik ketika takluk 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 di Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Menurut Deschamps, Prancis harus tampil sempurna untuk mengalahkan Spanyol. Namun, Les Bleus justru banyak melakukan kesalahan teknis sehingga kesulitan mengembangkan permainan sepanjang pertandingan.

“Untuk memiliki peluang menang, kami harus tampil dalam performa terbaik. Sayangnya, kami tidak melakukannya,” kata Deschamps seusai pertandingan.

Spanyol membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22, sebelum Pedro Porro menggandakan keunggulan pada menit ke-58 melalui kerja sama apik dengan Dani Olmo.

Deschamps menilai organisasi pertahanan Spanyol menjadi salah satu faktor utama yang membuat lini serang Prancis tidak mampu berkembang.

“Hari ini mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka memberikan ruang yang sangat sedikit kepada kami. Ditambah lagi kami melakukan banyak kesalahan teknis sehingga sangat sulit menciptakan peluang,” ujarnya dilansir dari ESPN.

Ia mengakui kualitas teknik para pemain Prancis berada di bawah standar yang mereka tunjukkan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Level teknik kami berada di bawah apa yang sudah kami tampilkan sebelumnya,” katanya.

Sepanjang enam pertandingan awal Piala Dunia 2026, trio penyerang Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi andalan Prancis dengan torehan 13 gol dan 10 assist.

Namun saat menghadapi Spanyol, ketiganya gagal memberikan dampak signifikan karena terus mendapat tekanan dari lini pertahanan La Roja.

Deschamps menilai Spanyol sangat baik dalam membaca permainan dan memotong aliran umpan sehingga Prancis kesulitan menemukan solusi.

“Dibandingkan kami, mereka sangat bagus dalam kombinasi umpan, membaca permainan, dan memotong aliran bola. Kami tidak bisa menemukan solusi. Bukan berarti kualitas menyerang kami tiba-tiba hilang, tetapi lawan memang memiliki banyak kelebihan,” ucapnya.

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, pelatih berusia 57 tahun itu menolak menghapus pencapaian timnya selama turnamen.

“Saya tidak akan menghapus semua yang sudah kami capai. Tetapi dalam pertandingan seperti ini melawan tim seperti Spanyol, Anda harus berada di level tertinggi. Malam ini Prancis tidak berada di level itu,” tegasnya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Fitur V2L, Jadikan Mobil Sebagai Power Bank Raksasa
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Mengenal InnSaei, Ini 3 Tips Hidup Bahagia ala Orang Islandia
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Peristiwa Bersejarah 15 Juli: Berdirinya Boeing hingga Prancis Juara Piala Dunia 2018
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Siap-Siap! Negara Akan Ambil Alih 605 Ha Lahan Berstatus HGB Non Aktif
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.