IHSG Diprediksi Turun, Analis Rekomendasikan Saham CDIA, RAJA, MBMA, CTRA

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (15/7). Kemarin, IHSG ditutup menguat tipis 0,03% ke level 6.039, meski mulai muncul tekanan jual setelah indeks mencapai target penguatan di level 6.083.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, berdasarkan analisis teknikalnya, IHSG saat ini berada pada bagian wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle, sehingga berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area 6.137 hingga 6.254.

“Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5.974–6.020,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (15/7). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 5.839–5.607, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.599.

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sementara resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akumulasi beli di rentang Rp 620–Rp 630 dengan target harga di Rp 715–Rp 755, sementara level stoploss di bawah Rp 605.

Kemudian PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 4.340–Rp 4.560 dengan target harga di Rp 4.880–Rp 5.125, serta stoploss di bawah Rp 3.920.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal histogram positif pada indikator MACD masih terus terbentuk. Sementara itu, indikator stochastic RSI telah memasuki area overbought, sehingga IHSG berpotensi bergerak konsolidasi di kisaran 5.950–6.125 pada perdagangan Rabu (15/7).

Di sisi fundamental, S&P memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026 dan 2027. Lembaga pemeringkat tersebut juga memperkirakan rasio utang pemerintah berada di level 40,6% dari PDB pada 2026 sebelum naik tipis menjadi 40,7% dari PDB pada 2027.

S&P memperkirakan pemerintah akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp 100 triliun dari alokasi awal Rp 300 triliun. Pemangkasan tersebut kemungkinan dilakukan melalui penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi, serta penguatan pengawasan.

“Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga defisit APBN di bawah 3%, apalagi di tengah kondisi menguatnya kembali harga minyak mentah,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (15/7).

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menambahkan price-impact ratio sebagai kriteria baru dalam metodologi penyaringan saham yang berpotensi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Melalui indikator ini, BEI akan mengidentifikasi saham yang melonjak harga signifikan, tetapi tidak diikuti aktivitas perdagangan yang ada.

Price-impact ratio merupakan rasio yang membandingkan perubahan harga saham dengan velocity perdagangan, yakni rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang beredar di publik. Semakin rendah volume transaksi namun diikuti kenaikan harga yang tajam, semakin tinggi nilai price-impact ratio, sehingga saham tersebut berpotensi masuk dalam daftar pemantauan HSC.

Seiring perubahan metodologi tersebut, BEI menambahkan 37 saham ke dalam daftar HSC, sehingga total saham yang masuk dalam kategori tersebut kini mencapai 51 emiten.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

*Penafian:

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SILPA APBN Menumpuk, Purbaya Akui Frontloading Utang untuk Cadangan Kas
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Rabu 15 Juli 2026: Scorpio Diminta Tepati Janji, Aries Penuh Peluang
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
5 Tips Memilih Parfum di Cuaca Panas
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menghindari Konflik Kepentingan dalam Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
15 Pelaku Pengeroyokan dan Pencurian Motor di Bandung Ditangkap, 6 Jadi Tersangka
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.