Saat Gus Yahya Bidik Periode Kedua di PBNU, Bursa Caketum Menghangat

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU mendatang.

Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut rencananya akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.

Sementara di sisi lain, Gus Yahya mendapat sindiran dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Cak Imin menilai kepengurusan PBNU periode saat ini butuh penyegaran.

Baca juga: Jelang Muktamar, Gus Yahya: Banyak yang Ingin Jadi Ketum, Kan Gagah Kayak Saya

Deklarasi jadi caketum

Dalam konferensi pers, Gus Yahya mengatakan, ia ingin kembali maju sebagai calon Ketum PBNU untuk menyelesaikan agenda-agenda yang ia rencanakan pada periode pertama kepemimpinannya.

"Saya memang hendak mencalonkan lagi karena pertama saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun, dan saya sekarang lebih mengerti tentang bagaimana menyempurnakan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh ini," kata Gus Yahya di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Gus Yahya mengeklaim, program kerjanya itu akan benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin).

"Bagaimana menyempurnakannya sehingga bisa sungguh-sungguh dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Nahdlatul Ulama," kata dia.

Baca juga: Sentil Cak Imin, Gus Yahya: Kurang Ngerti NU, Seumur Hidup Belum Pernah Jadi Pengurus

Menurut Gus Yahya, di bawah kepemimpinannya sebagai Ketum, PBNU sudah berhasil membangun dan menerapkan manajemen digital di dalam pengelolaan organisasi.

Disindir Cak Imin

Belum lama ini, Ketum PKB Cak Imin justru menyampaikan pandangan bahwa PBNU perlu memiliki ketua umum baru yang lebih segar atau fresh.

Cak Imin menyebut, pemimpin PBNU belum membuat perubahan sehingga butuh penyegaran pada pucuk pimpinan PBNU.

"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin, saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Cak Imin lantas menyindir Ketum PBNU Gus Yahya yang tidak memberi perubahan apa pun di PBNU selama menjabat pada periode pertamanya ini.

Baca juga: Gus Yahya Maju Lagi Jadi Calon Ketum PBNU, Ingin Tuntaskan Janjinya

"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," singkat Cak Imin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Balasan Gus Yahya

Sindiran tersebut pun ditanggapi Gus Yahya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswa MAN 3 Padang Diduga Ledakkan Bom di Sekolah Belajar Rakit dari YouTube
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Tinggal Nestapa di Gang Sempit, Anak Sayuti Melik Kenang Main Gundu Bareng Megawati
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Macet di Mana-mana Buntut Truk Angkut Crane Robohkan JPO Tendean
• 20 jam laludetik.com
thumb
Oknum Kades di Banyumas Pukuli Perempuan Muda di Depan Masjid, Kini Jadi Tersangka
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Populer Ekonomi: Promo Alfamart hingga Daftar Maskapai Terbaik Dunia 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.