Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi, 15 Juli 2026.
Berdasarkan data pasar Investing hingga pukul 08.52 WIB, dolar AS berada di level Rp18.064,9 atau menguat 0,33 persen terhadap rupiah.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah koreksi tipis Indeks Dolar AS (DXY) yang turun 0,09 persen ke level 100,635. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlangsung meski penguatan dolar AS secara global cenderung terbatas.
Baca juga: Makin Tertekan, Rupiah Melemah ke Rp18.100/USDSelain terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Ringgit Malaysia menguat 0,32 persen ke Rp4.440,94, yuan Tiongkok naik 0,14 persen menjadi Rp2.669,98, sedangkan dolar Singapura menguat 0,13 persen ke Rp13.998,33.
Sementara itu, yen Jepang menguat 0,18 persen ke level Rp111,45. Adapun euro bergerak relatif stabil di kisaran Rp20.571 per euro.
Di antara mata uang utama yang dipantau, rupiah hanya mencatat penguatan tipis terhadap won Korea Selatan. Mata uang Negeri Ginseng itu melemah 0,07 persen ke posisi Rp12,1159.
Pada saat yang sama, harga emas dunia juga bergerak melemah. Emas spot (XAU/USD) turun 0,33 persen atau 13,54 poin ke level USD4.039,42 per troy ons.
Pergerakan mata uang dan harga emas diperkirakan masih dipengaruhi sikap pelaku pasar yang mencermati perkembangan data ekonomi global serta arah kebijakan moneter bank-bank sentral utama. Investor juga menunggu sentimen baru yang dapat menjadi penentu arah perdagangan di pasar keuangan dalam beberapa waktu ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda





