Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.046,07 pada perdagangan Rabu (13/7/2026). Kenaikan tersebut seiring penguatan saham big caps, antara lain TPIA, BREN, hingga BYAN.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat tipis 0,11% atau 6,55 poin ke 6.046,07 pada pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, indeks bergerak di level terendah 6.043,57 dan sempat ke posisi 6.074,07.
Tercatat, sebanyak 242 saham menguat, lalu 186 saham terkoreksi, dan 241 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.564,57 triliun.
Sejumlah saham big caps yang mencatat kenaikan tertinggi, di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 2,13% ke Rp1.920, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) meningkat 1,48% menjadi Rp3.430 per saham, dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) tumbuh sebesar 1,31% ke Rp11.575.
Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga mengalami kenaikan sebesar 0,85%, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,71%, sementara saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tumbuh 0,58%.
Sementara itu, pada perdagangan hari ini, indeks komposit diproyeksikan bergerak fluktuatif. Pergerakan indeks dibayangi ketahanan area batas bawah atau support di tengah derasnya aksi jual bersih oleh investor asing.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat tipis 0,03%. Namun, apresiasi ini disertai dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp886 miliar.
Menurutnya, tekanan jual pemodal asing utamanya melanda saham-saham berkapitalisasi pasar besar penyokong indeks. BNI Sekuritas mencatat saham yang paling banyak dilego asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, ASII, AMMN, dan PGAS.
Fanny pun memperkirakan IHSG hari ini akan menguji kekuatan zona penyangga di kisaran level 5.980 hingga 6.000. Landasan data teknikal menunjukkan kepastian bertahannya indeks di rentang tersebut akan membuka peluang penguatan lanjutan.
“IHSG hari ini akan menguji support di 5.980–6.000. Jika cukup kuat di area tersebut, terdapat potensi untuk melanjutkan kenaikan,” ucap Fanny.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





