Grid.ID - Dedi Mulyadi baru-baru ini melakukan sidak di pabrik batu kapur Bandung Barat. Sang gubernur sentil nasib buruh yang belum mendapatkan hak-haknya.
Realitas pahit di sebuah pabrik pengolahan kapur di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat membuat Dedi Mulyadi ikut prihatin. Bagaimana tidak, pria yang akrab disapa KDM itu berhadapan langsung dengan kenyataan bahwa para pekerja diduga dieksploitasi demi keuntungan sepihak.
Temuan di Lapangan
Saat Dedi melakukan sidak ke salah satu pabrik kapur di Desa Gunungmasigit, ia berkesempatan berbincang langsung dengan para pekerja. Dari hasil percakapan, mayoritas buruh mengaku berstatus sebagai karyawan, namun menerima upah dengan sistem borongan.
Upah yang didapatkan juga tergolong rendah, yakni sekitar Rp600 ribu per pekan. Selain itu, para buruh juga mengungkap tidak adanya jaminan sosial yang seharusnya menjadi hak pekerja.
"Status karyawan tapi sistem kerja borongan. Status karyawan tapi BPJS bayar sendiri. Status karyawan tapi keselamatan kerja diabaikan. Ini kerja apa dikerjain," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Gubnernur Jawa Barat itu kemudian juga mengunjungi pabrik pengolahan kapur di wilayah yang sama. Ia juga menemukan dugaan pelanggaran serupa.
Para pekerja disebut tidak mendapatkan alat pelindung diri yang memadai, misalnya masker. Kondisi ini sangat berisiko terhadap kesehatan para pekerja, khususnya dalam memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Padahal mereka setiap hari berhadapan dengan debu kapur yang jelas sangat berpotensi terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tapi mereka tetap berobat sendiri jika mengalami sakit. Jadi jelas ini kelalaian, pegawainya tidak dibayar standar, tidak punya BPJS, tidak ada jaminan kesehatan dan keselamatan kerja," ungkapnya.
Menanggapi temuan tersebut, Dedi melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil langkah tegas. Salah satunya adalah dengan menerjunkan tim audit untuk memeriksa perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran.
"Ini kelalaian kita lho kalau saya gak mampir, ini pegawai tidak dibayar standar tidak punya peserta BPJS, tidak ada jaminan kesehatan, keselamatan kerja."
"Gunung habis, rakyat sengsara," ucapnya, dikutip dari Tribunnews.
Sidak di beberapa pabrik batu kapur di Bandung Barat membuat Dedi Mulyadi merasa prihatin dengan temuan yang ada di lapangan. Ia menyentil nasib buruh yang diduga dieksploitasi dan tidak mendapatkan hak yang layak sebagai seorang pekerja. (*)
Artikel Asli




