Bisnis.com, JAKARTA - Spanyol kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan melaju ke final Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil cukup konsisten sejak fase grup hingga kini berada di babak final.
Kini, Spanyol hanya tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar Piala Dunia kedua setelah terakhir menjadi juara pada edisi 2010.
Di final yang akan digelar di New York New Jersey Stadium, La Roja akan menghadapi pemenang semifinal antara Inggris dan juara bertahan Argentina dalam upaya mengukir sejarah baru sebagai kampiun dunia sekaligus juara bertahan Eropa.
Simak ulasan perjalanan Spanyol hingga ke babak final Piala Dunia 2026: Fase GrupPerjalanan Spanyol di fase grup diawali dengan hasil yang kurang meyakinkan setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde. Meski mendominasi permainan dan menciptakan 27 percobaan, La Roja gagal menembus ketangguhan kiper Vozinha. Strategi pelatih yang memainkan Lamine Yamal dari bangku cadangan juga belum mampu mengubah keadaan.
Namun, setelah itu Spanyol bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi. Pada pertandingan tersebut, Lamine Yamal menjalani debut sebagai starter di Piala Dunia dan langsung mencuri perhatian lewat gol yang dicetak hanya 10 menit setelah laga dimulai. La Roja kemudian memastikan diri lolos sebagai juara grup H usai menundukkan Uruguay dengan skor tipis 1-0.
Babak 32 BesarSpanyol tampil jauh lebih tajam saat di babak 32 besar dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Australia. Tim asuhan Luis de la Fuente langsung menguasai jalannya pertandingan demi mengamankan kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia sejak menjadi juara pada edisi 2010.
Mikel Oyarzabal menjadi bintang lewat dua gol yang lahir dari umpan Marc Cucurella. Pedro Porro kemudian menambah keunggulan melalui sundulan yang sekaligus menjadi gol internasional pertamanya.
Selain lini serang yang produktif, lini pertahanan Spanyol juga tampil solid. Unai Simón mencatat clean sheet kelima secara beruntun di Piala Dunia sekaligus memperpanjang rekor tanpa kebobolannya menjadi 519 menit. Catatan itu melampaui rekor legenda Italia, Walter Zenga, yang bertahan selama 517 menit sejak Piala Dunia 1990.
Babak 16 BesarSpanyol kembali menunjukkan kekuatan pertahanannya saat menyingkirkan Portugal dengan kemenangan tipis 1-0. La Roja sukses mencatat clean sheet keenam secara beruntun di Piala Dunia dan menegaskan konsistensi mereka sebagai salah satu tim dengan lini belakang terbaik sepanjang turnamen.
Gol kemenangan baru lahir pada masa injury time melalui Mikel Merino, yang masuk sebagai pemain pengganti. Gelandang Arsenal itu memanfaatkan umpan Ferran Torres pada menit ke-91 untuk memastikan tiket ke perempat final. Gol tersebut mengingatkan publik pada aksi serupa saat Merino mencetak gol penentu kemenangan atas Jerman di UEFA EURO 2024, juga setelah masuk dari bangku cadangan.
Perempat FinalDi babak delapan besar, Spanyol menghadapi Belgia dalam laga yang mengingatkan pada duel klasik kedua tim di perempat final Piala Dunia 1986. Kala itu, La Roja harus tersingkir lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1, sehingga pertemuan di Los Angeles kali ini pun menjadi kesempatan untuk membalas kegagalan tersebut.
Empat dekade berselang, Spanyol berhasil menuntaskan misi itu dengan kemenangan 2-1 atas Belgia. Hasil tersebut mengantar tim asuhan Luis de la Fuente melaju ke semifinal dan membuka peluang mencatatkan penampilan kedua mereka di partai empat besar sepanjang sejarah Piala Dunia.
SemifinalSpanyol tampil dominan ketika menghadapi Prancis di semifinal yang berlangsung di Dallas. Sejak menit awal, La Roja menguasai jalannya pertandingan dan tidak memberi banyak ruang bagi Les Bleus untuk mengembangkan permainan. Keunggulan dibuka oleh Mikel Oyarzabal melalui eksekusi penalti pada babak pertama, sekaligus menjadi gol kelimanya di turnamen.
Pedro Porro kemudian memperbesar keunggulan lewat penyelesaian akhir yang tenang pada menit ke-58. Spanyol sebenarnya sempat mencetak gol tambahan melalui Lamine Yamal, tetapi dianulir wasit. Meski demikian, kemenangan 2-0 sudah cukup membawa juara Eropa itu melangkah ke final Piala Dunia.
FinalSpanyol kini tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia keduanya. La Roja masih menunggu pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Inggris dengan juara bertahan Argentina untuk menjadi lawan di partai puncak yang digelar di New York New Jersey Stadium.
Momen ini mengingatkan pada keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 ketika mereka juga datang sebagai juara bertahan Eropa. Kini, 16 tahun kemudian, skuad asuhan Luis de la Fuente berpeluang mengulang sejarah dengan mengawinkan status kampiun Eropa dan juara dunia dalam satu siklus.





