Purbaya Tegaskan Rating S&P Jadi Bukti Kuat Fundamental Ekonomi RI: Kita Jaga Disiplin Fiskal

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil, menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional dinilai tetap kuat meski tekanan global belum mereda.

Keputusan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan status investment grade.

S&P menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang kredibel di tengah tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, ketegangan geopolitik, hingga fluktuasi harga energi dan komoditas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan afirmasi peringkat tersebut merupakan bentuk pengakuan internasional atas konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta melanjutkan reformasi struktural.

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel,” ujar Purbaya.

Pemerintah, lanjut Menkeu, akan terus menjaga disiplin fiskal sebagai fondasi utama keberlanjutan ekonomi nasional.

“Pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam laporannya, S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap solid berkat kebijakan makroekonomi yang prudent, stabilitas politik dan kelembagaan, serta rasio utang pemerintah yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat serupa.

Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bertahan di kisaran 5 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Untuk tahun 2026, ekonomi nasional diproyeksikan tumbuh sekitar 5,1 persen, setelah pada triwulan I-2026 mencatat pertumbuhan 5,6 persen (year-on-year) yang didorong kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya investasi.

Selain itu, S&P juga memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia meningkat menjadi sekitar US$5.200 pada tahun ini, mencerminkan prospek ekonomi yang terus membaik.

Tak hanya menyoroti pertumbuhan ekonomi, S&P turut memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal. Defisit APBN yang konsisten dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dinilai menjadi jangkar kebijakan (policy anchor) yang memperkuat kredibilitas fiskal Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus, Istana Proses Rotasi Pimpinan Kejagung
• 59 menit laluharianfajar
thumb
Jaksa Agung Usulkan Kuntadi Jadi Pengganti Eks Jampidsus Febri
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Viral Pria Diduga Lakukan Aksi Tak Pantas terhadap Food Vlogger Asal Korea Selatan di Restoran Blok M
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Celengan Receh dan Rental PlayStation di Balik Integritas Jaksa Lopa
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Buka Alasan Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Sebut Berdasarkan Petunjuk Penyidik Kasus Muara Enim
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.