Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), membalas sindiran Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang menyebut dirinya tak mengerti NU karena meminta pemimpin yang fresh.
Dalam unggahan Instagram @cakiminow, Cak Imin mengatakan bahwa dirinya adalah Rais Syuriah atau pimpinan tertinggi NU dan menilai Gus Yahya nggedabrus (banyak omong).
“Dia nggak tau kalo saya itu jadi Rois Syuriah NU, nggedabrus gak punya malu, aku itu mewakili rasa malu yang berkembang selama ini,” tulis Cak Imin dalam akun pribadinya.
“Ampun para masyayikh (para syaikh),” tambahnya.
Sebelumnya, Cak Imin menilai PBNU membutuhkan pemimpin baru yang fresh. Membalas hal itu, Gus Yahya menilai Cak Imin kurang memahami perkembangan organisasi NU karena belum pernah menjadi pengurus di semua tingkatan kepengurusan.
“Silakan saja kalau Pak Muhaimin berpendapat begitu. Tapi saya kira itu bisa dicek kepada jajaran pengurus dan warga NU,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).
“Kalau Pak Imin mengatakan begitu saya kira ya karena beliau memang mungkin kurang mengerti tentang NU ya. Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan. Jadi pengurus ranting aja belum pernah,” sambungnya.
Menurut Gus Yahya, karena tidak pernah terlibat dalam struktur kepengurusan NU, Cak Imin tidak mengetahui berbagai perubahan yang telah dilakukan selama kepemimpinannya.
“Jadi beliau tidak tahu perubahannya-perubahannya seperti apa. Sementara kalau dicek ke jajaran NU sampai ke bawah saya kira tidak ada yang bisa menolak tentang kemajuan-kemajuan fundamental yang sudah berhasil dicapai selama kepengurusan periode ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memastikan dirinya akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Ia mengaku ingin menuntaskan berbagai agenda yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya.





