Tidak butuh waktu lama bagi Jetour T1 untuk pikat hati masyarakat Indonesia. Lebih kurang kurun waktu satu bulan sejak debutnya, jip yang tersedia dua pilihan sumber tenaga itu mampu meraup 800 pemesanan.
Lewat siaran resminya, respons terhadap Jetour T1 yang memiliki varian mesin konvensional (ICE) dan hibrida Intelligent Dual Mode (PHEV) ini menjadi bukti penerimaan baik masyarakat akan SUV berdesain tangguh, berteknologi modern, dan kenyamanan premium.
Jetour mengeklaim, mayoritas pembeli yang melakukan pemesanan T1 memilih varian PHEV dengan teknologi Intelligent Dual Mode atau i-DM. Sisanya adalah varian Internal Combustion Engine (ICE) alias bermesin konvensional.
Direktur Penjualan PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap Jetour T1 sejak resmi diperkenalkan di Tanah Air. Terutama untuk kendaraan dengan teknologi PHEV lansiran pabrikan.
"Di sisi lain, Jetour T1 ICE juga disukai berkat kepraktisan dan fleksibilitasnya untuk penggunaan sehari-hari. Seiring mendekatinya kuota 1.000 konsumen pertama, kami mengajak masyarakat yang ingin menikmati Penawaran Spesial untuk segera melakukan pemesanan sebelum harga retail resmi diberlakukan," katanya.
Berbeda dengan kendaraan listrik murni, teknologi PHEV memungkinkan konsumen menikmati pengalaman berkendara menggunakan tenaga listrik untuk aktivitas sehari-hari. Sekaligus tetap memiliki fleksibilitas mesin bensin saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Kombinasi tersebut memberikan efisiensi, kenyamanan, serta rasa percaya diri bagi pengguna dalam berbagai kondisi perjalanan. Daya tarik teknologi i-DM adalah penggabungan kinerja mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem hibrida adaptif yang mampu bekerja secara otomatis sesuai kondisi perjalanan.
Sistem ini didukung oleh tiga komponen utama berupa mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta 18,4 kWh LFP Battery yang sudah mendukung fast charging dan dirancang aman untuk penggunaan jangka panjang.
Ketiganya bekerja sebagai satu sistem yang terintegrasi, bukan sekadar komponen yang digabungkan. Berkat integrasi ketiga komponen tersebut, Jetour T1 i-DM mampu menghadirkan mode berkendara listrik murni hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Sistem i-DM juga bekerja secara adaptif melalui berbagai skenario berkendara, mulai dari Pure EV Drive untuk mobilitas perkotaan, Intelligent Hybrid yang secara otomatis menyesuaikan penggunaan tenaga sesuai kondisi jalan dan kebutuhan berkendara.
Mulai dari Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, serta Energy Recovery melalui regenerative braking. Seluruh sistem tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih efisien, natural, seamless, dan nyaman bagi pengguna dalam berbagai kondisi perjalanan.
Jetour T1 juga menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman melalui kabin yang dirancang dengan perhatian terhadap setiap detail. Tersemat 79 titik peredam suara, Double Layer Acoustic Glass di area depan dan belakang, serta kemampuan Ultra-Quiet NVH yang mampu menjaga tingkat kebisingan kabin di bawah 40 dB saat kondisi idle.
Kenyamanan ini juga didukung berbagai fitur seperti 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, ventilasi otomatis kabin. Khusus pada varian JETOUR T1 i-DM, kenyamanan semakin ditingkatkan melalui hadirnya Front Passenger Leg Rest yang memberikan posisi duduk lebih rileks bagi penumpang depan.
Selain itu, juga dilengkapi kaca dengan kemampuan UV Blockage hingga 99 persen yang membantu mengurangi paparan sinar ultraviolet ke dalam kendaraan, sehingga memberikan perlindungan lebih bagi penumpang sekaligus membantu menjaga kualitas interior.
Lanjut ke eksterior, karakter Urban Adventure SUV pada Jetour T1 terlihat dari adopsi Motion Grille yang terintegrasi dengan pencahayaan LED sehingga menciptakan tampilan front fascia yang modern dan futuristis.
Identitas desainnya semakin kuat melalui Four-Leaf Clover Shape Headlights yang terinspirasi dari simbol clover sebagai lambang keberuntungan, merepresentasikan semangat Jetour untuk menemani setiap perjalanan dengan rasa percaya diri, kebebasan, dan optimisme menjelajah lebih jauh.
Perbedaan karakter kedua varian juga terlihat pada sektor kaki-kaki. Jetour T1 ICE menggunakan pelek 18-inci yang dipadukan dengan ban berukuran 235/65 R-18 untuk menghadirkan kenyamanan berkendara sehari-hari.
Sementara itu, Jetour T1 i-DM menggunakan pelek 19 inci dengan ban berukuran 235/60 R-19 berteknologi Run Flat Tire (RFT) yang memungkinkan kendaraan tetap dapat melaju dalam kondisi tertentu meskipun tekanan angin ban berkurang, sehingga memberikan rasa aman dan ketenangan lebih selama perjalanan.
Melalui Penawaran Spesial bagi 1.000 Konsumen Pertama Jetour T1, konsumen masih berkesempatan memperoleh Jetour T1 dengan harga spesial Rp 388 Juta dan Jetour T1 i-DM dengan harga spesial Rp 538 Juta on the road (OTR) Jakarta.
Sementara harga normal setelah jumlah kuota 1.000 konsumen pertama habis, maka banderol resmi Jetour T1 ICE menjadi 408 juta dan Rp 558 juta untuk Jetour T1 i-DM. Alias selisihnya mencapai Rp 20 jutaan.
Setiap pembelian Jetour T1, konsumen mendapatkan berbagai keuntungan purna jual berupa garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun tanpa batas kilometer. Garansi baterai 8 tahun atau 160.000 kilometer untuk varian i-DM, serta gratis jasa dan suku cadang hingga 3 tahun atau 30.000 kilometer, berikut Charging Gun.
Jetour T1 hadir dengan lima pilihan warna Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White, dan Carbon Crystal Black. Khusus warna eksklusif Electroplated Green, konsumen dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10 juta.





