TEHERAN, KOMPAS.TV - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan memblokade akses ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah usai Amerika Serikat (AS) kembali menetapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran.
Presiden AS Donald Trump sebeumnya mengumumkan blokade diterapkan kembali seiring dilanjutkannya serangan AS ke Iran. Trump juga sempat mengumumkan rencana AS menarik pungutan di Selat Hormuz, tetapi rencana ini segera dibatalkan.
AS diketahui memblokade pelabuhan-pelabuhan di Iran sejak pertengahan April 2025 lalu saat kedua negara masih berperang. Blokade sempat diakhiri pada Juni 2026 setelah kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU).
"Ekspor minyak dan gas di kawasan harus untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun," demikian pernyataan IRGC dikutip Associated Press, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: AS Serang Iran Usai Trump Umumkan Blokade Hormuz, Konflik Kembali Ancam Perang Besar
Sejak AS kembali melanjutkan serangan pada pekan lalu, Washington dan Teheran dilaporkan berebut kendali atas Selat Hormuz.
Militer AS menyerang Iran dengan alasan bahwa Teheran menembak kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Iran beralasan kapal yang diserang nekat berlayar di luar jalur resmi yang ditetapkan Teheran.
Pada Rabu (15/7) dini hari waktu setempat, AS dilaporkan kembali meluncurkan gelombang serangan ke berbagai wilayah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang puluhan target dalam operasi serangan udara selama tujuh jam.
Sementara itu, Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- blokade pelabuhan iran
- irgc
- iram ancam ekspor minyak
- ekspor minyak timur tengah





